Mengenal Kerito Surong, Permainan Tradisional Khas Bangka yang Seru untuk Dicoba

Arsan Mailanto, Jurnalis · Minggu 29 April 2018 16:34 WIB
https: img.okezone.com content 2018 04 29 406 1892603 mengenal-kerito-surong-permainan-tradisional-khas-bangka-yang-seru-untuk-dicoba-Ufqr6DkhLt.jpg Permainan tradisional Kerito Surong khas Bangka (Foto: Arsan/Okezone)

TAK hanya berlimpah kekayaan alam beserta kulinernya, Bangka Belitung (Babel) juga memiliki permainan unik seperti Kerito Surong. Salah satu permainan tradisional yang diikutsertakan dalam event tahunan untuk memperkenalkan budaya khas Bangka terdahulu ke masyarakat zaman sekarang.

Di desa Kemuja, Kabupaten Bangka, permainan tradisional ini biasa dimainkan di setiap acara keagamaan berpadu dalam seni kebudayaan. Permainan yang terdiri dari empat orang dalam satu regu ini, cukup menyita perhatian warga sehingga menjadikannya sebagai momenthiburan menarik.

 (Baca Juga: Hari Tari Sedunia, 5.035 Penari di Kawasan Car Free Day Solo Pecahkan Rekor MURI)

Cara bermainnya pun satu tim secara bergantian mendorong Kerito Surong mencapai garis finish dalam dua putaran, di mana satu orang duduk di atas kereta dan satunya lagi berposisi sebagai pendorong kereta. Mereka pun harus melewati rintangan kayu balok sepanjang dua meter, papan tiga meter, lalu mengambil kayu estafet sebelum meliuk-liuk lintasan yang zig-zag.

 

Dalam sekali tanding, dua regu saling beradu kecepatan dan ketangkasan mencapai garis finish, yang tercepat pun akan menjadi pemenang. Ketua Komunitas Olahraga Kerito Surong, Agusta menjelaskan bahwa Kerito Surong sendiri merupakan alat angkut dorong, terbuat dari kayu digunakan masyarakat Bangka terdahulu untuk mengangkat beban berat seperti lada, kayu api, dan peralatan kebun lainnya.

  (Baca Juga: Curi Perhatian, Intip Gaya Tomboy hingga Feminin Dokter Cantik Timnas Wanita Indonesia)

"Kerito Surong ini sengaja diperlombakan, guna melestarikan budaya permainan khas Bangka yang sudah sangat jarang ditemui di era modern seperti saat ini," ujarnya ditemui Okezone di Desa Kemuja, Bangka, Sabtu (29/4/2018).

Agusta menyampaikan bersama Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Bangka, pihaknya mengajak masyarakat Babel lebih melestarikan nilai-nilai budaya yang ada di Babel khususnya olahraga tradisional permainan adu Kerito Surong.

  (Baca Juga: 4 Model Seksi Berbikini Tunggangi Gajah Sumatera, Aksinya Viral!)

"Permainan tradisional ini kita angkat dari Bangka Tengah, kami ingin melestarikan nilai-nilai budaya yang ditampilkan baik budaya melayu di Desa Kemuja ini," ia menuturkan.

"Permainan unik ini tentu saja mengingatkan masyarakat Bangka, khusus mereka yang berkebun lada akan masa lalu dan selalu mengajarkan kekompakan dalam menggapai sesuatu," sambung Agusta.

Syamsiah (19) Peserta Lomba, mengaku sedikit kesulitan bermain Kerito Surong lantaran harus menjaga keseimbangan tubuh. "Tadi lintasan rintangan juga cukup sulit karena harus meliuk-liuk pada saat mendorong. Bobot ringan berat kita juga berpengaruh, sebab tenaga harus kuat untuk mendorong Kerito. Kalau berat badan ringan bisa cepat sampai garis finishnya, kalau berat sedikit lama sampainya dan itu yang jadi kendalanya," tukasnya.

Dia pun mengaku tak pernah latihan khusus, namun langsung hadir dan ikut lomba serta berharap kegiatan positif seperti ini terus dilakukan. Pasalnya, era modern sekarang ini lebih banyak permainan digital yang menggerus permainan tradisional.

"Saat ikut Kerito Surong enggak ada latihan khusus sih. Senang aja ikut lomba, biar masyarakat milenial pada tahu kalau di daerahnya ada games tradisional yang positif. Saya juga berharap ke depan kegiatan serupa dapat lebih ditingkatkan lagi," ucap Syamsiah seraya tersenyum.

 

Sejatinya, di satu sisi leluhur bangsa ini membuat satu permainan tersebut pastilah mempunyai makna bukan sekadar bermain atau gembira saja. Ada pesan khusus yang disampaikan setiap permainan tradisional Kerito Surong yakni agar tetap menjaga kekompakan dalam berkelompok.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini