Menelusuri Kelimutu, Danau Ajaib 3 Warna yang Penuh Aura Mistis di Flores

Dada Sathilla, Jurnalis · Kamis 10 Mei 2018 07:44 WIB
https: img.okezone.com content 2018 05 09 406 1896433 menelusuri-kelimutu-danau-ajaib-3-warna-yang-penuh-aura-mistis-di-flores-uhtEaDseNO.jpg Danau Kelimutu (Foto: Firmanhcf/Instagram)

KEINDAHAN alam Nusa Tenggara Timur sudah tak diragukan lagi. Terlihat dari semakin banyaknya traveler yang mengunjungi pulau Komodo, Labuan Bajo dan Wae Rebo. Di samping 3 tujuan utama di NTT, masih ada Danau Kelimutu yang terkenal dengan keindahan warna danaunya yang bisa berubah-ubah.

Traveling ke Flores selalu challenging dan seru karena jaraknya yang lumayan jauh. Flores bisa dituju dengan menggunakan pesawat terbang salah satunya tujuan Maumere dengan transit di Denpasar, Bali. Setelah sampai di kota Maumere, hal pertama yang saya cari adalah tempat bermalam karena perjalanan ke Danau Kelimutu harus dilakukan pada tengah malam.

 (Baca Juga: Wisata Lawang Sewu Kini Gunakan Tiket Elektronik)

(Foto: Dada Sathilla)

Perjalanan ke Danau Kelimutu dilakukan dengan menggunakan mobil sewaan. Perjalanan dimulai dari jam 3 malam selama 1,5 jam melintasi jalanan berkelok menuju Gunung Kelimutu. Jam 4.30 akhirnya tibalah saya di depan pintu gerbang Taman Nasional Kelimutu, lokasi Danau Kelimutu berada.

Danau Kelimutu berada di 3 kawah gunung berapi Kelimutu. Kecantikannya terletak pada warna danaunya yang berubah-ubah. Danau pertama berwarna hijau, yang kedua berwarna hijau kemerahan, sementara danau ketiga berwarna coklat kehitaman. Fenomena alam yang unik ini terjadi karena kandungan mineral yang beragam.

  (Baca Juga: Inilah Para Petualang Terkenal yang Tak Lekang oleh Waktu)

(Foto: Dada Sathilla)

Tak cuma tertarik karena kecantikan warna danaunya, banyak traveler yang tertarik mengunjungi Danau Kelimutu juga berkat karena sisi mistisnya. Warga setempat masih percaya perubahan warna danau Kelimutu dikarenakan roh nenek moyang yang diabaikan. Ketiga danau Kelimutu juga diberi nama yang berbeda, yaitu Tiwu Ata Mbupu ( danau roh nenek moyang), Tiwu Nura Muri Koo Fai (danau roh anak muda), dan Tiwu Ata Polo (danau roh jahat).

Setelah mendaki tangga selama satu jam, akhirnya sampailah saya di depan danau Kelimutu. Panoramanya sangat menakjubkan, sepadan dengan perjuangan berangkat sejak tengah malam dan mendaki tangga. Alam Taman Nasional Kelimutu juga masih asri, dipenuhi pepohonan dan cicit burung-burung.

Dari sini saya juga menyaksikan matahari terbit. Sinarnya membuat siluet Kelimutu terlihat lebih indah bak bermandi cahaya.

(tam)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini