Peringati Kenaikan Isa Almasih, Ini 3 Destinasi Wisata Religi di Indonesia

Dimas Andhika Fikri, Jurnalis · Kamis 10 Mei 2018 13:35 WIB
https: img.okezone.com content 2018 05 10 406 1896676 peringati-kenaikan-isa-almasih-ini-3-destinasi-wisata-religi-di-indonesia-Wr1EzenOld.jpg Larantuka (Foto: Florestourism)

HARI besar Kenaikan Isa Almasih 2018 jatuh pada hari ini, Kamis (10/5/2018) yang notabenenya berada pada pertengahan minggu. Sebagian orang mungkin akan berpikir dua kali untuk melakukan perjalanan jauh mengingat keterbatasan waktu yang mereka miliki.

Namun bagi Anda yang sempat mengajukan cuti tambahan dan ingin merasakan sensasi berwisata di tempat-tempat baru sekaligus memperingati hari Kebangkitan Isa Almasiih, berikut Okezone rangkumkan 3 rekomendasi wisata religi di Indonesia yang wajib Anda sambangi, sebagaimana dilansir dari berbagai sumber, Kamis (10/8/2018).

Larantuka

 

(ilustrasi: way2east)

Belakangan, popularitas kawasan Nusa Tenggara Timur mendadak menjadi incaran para wisatawan karena menyuguhkan beragam keindahan alam yang sangat menarik untuk dieksplorasi. Sebut saja Pulau Komodo, Pulau Sumba, Pulau Alor, Pulau Padar, dan masih banyak lagi. Namun di samping itu, NTT ternyata menyimpan berbagai objek wisata menarik lainnya, termasuk wisata religi. Adalah Nagi atau lebih dikenal dengan sebutan Larantuka. Di Larantuka, berdiri sebuah kerajaan Katolik yang masih aktif hingga saat ini. Banyak wisatawan yang sengaja mengunjungi tempat tersebut untuk menyaksikan adat dan tradisi keagamaan yang dilakukan oleh para penduduk setempat. Bagaimana tidak, di Larantuka pengunjung dapat menyaksikan peringatan kematian dan kebangkitan Yesus yang tidak ada di kota-kota lain. Namun perlu diingat bahwa sebagian besar hotel yang ada di Larantuka, biasanya akan terisi penuh, jadi sebaiknya Anda melakukan reservasi dari jauh-jauh hari. Tapi tidak perlu khawatir, sebagian penduduk juga menyediakan fasilitas penginapan dengan harga terjangkau.

Gereja Hati Kudus Tuhan Yesus

 

Terletak di Desa Ganjuran, Bantul, Jowilayan, Yogyakarta, Gereja ini berdiri di lahan seluas 2,5 hektar dan memiliki beberapa bangunan keagamaan seperti candi, pastoran, dan sebuah gereja berbentuk joglo dengan hiasan ukiran khas Jawa. Anda mungkin bertanya-tanya, mengapa ada candi yang berlokasi tepat di dekat gereja? Berdasarkan sejarahnya, Gereja Hati Kudus Tuhan Yesus di bangun pada 16 April 1924. Namun tak selang berapa lama kemudian, masyarakat setempat memutuskan untuk membangun candi setinggi 10 meter. Sayangnya, pada Mei 2006 lalu, gereja tersebut sempat hancur akibat gempa bumi yang melanda kawasan Yogyakarta dan sekitarnya. Namun kemudian dibangun ulang dengan nuansa Jawa yang sangat kental.

Gua Maria Lembah Karmel