Kemenpar Pastikan Pariwisata Indonesia Tetap Kondusif Pasca-Pengeboman di Surabaya

Wikanto Arungbudoyo, Jurnalis · Senin 14 Mei 2018 18:25 WIB
https: img.okezone.com content 2018 05 14 406 1898197 kemenpar-pastikan-pariwisata-indonesia-tetap-kondusif-pasca-pengeboman-di-surabaya-GH6yR9uQb8.jpg Kota Jakarta malam hari (Foto: Huffingtonpost)

LIMA negara dikabarkan mengeluarkan travel advice bagi warganya yang hendak berkunjung atau berada di Indonesia. Imbauan itu dikeluarkan menyusul serangkaian ledakan bom di Surabaya dan Sidoarjo, Jawa Timur, pada 13-14 Mei.

Kementerian Pariwisata (Kemenpar) RI amat menghargai upaya dari Inggris, Australia, Amerika Serikat (AS), China, Hong Kong, Singapura, dan Irlandia, dalam melindungi warganya. Namun, pihak Kemenpar memastikan bahwa imbauan tersebut bukan merupakan larangan berkunjung (travel warning).

“Kemenpar sangat menghargai dan memandang hal tersebut sebagai sebuah kewajiban negara untuk melindungi warganya yang berada di negara lain, bukan sebagai larangan berkunjung,” ujar Kepala Biro Komunikasi Publik Kemenpar, Guntur Sakti, dalam pernyataan pers yang diterima Okezone, Senin (14/5/2018).

“Sebagai informasi pemerintah Indonesia juga pernah mengeluarkan Travel Advice untuk warga negara Indonesia di Prancis ketika terjadi serangan teror Charlie Hebdo pada 2015,” imbuh Guntur.

Travel Advice

Baca Juga: Gaya Berbusana Seksi Kendall Jenner di Cannes 2018 Bikin Mata Tak Berkedip!

Kemenpar turut menyampaikan belasungkawa mendalam terhadap para korban. Akan tetapi, hingga saat ini tim MKK (Manajemen Krisis Kepariwisataan) telah dan akan terus melakukan pemantauan serta berkoordinasi dengan semua pihak untuk memastikan ekosistem pariwisata dalam keadaan kondusif.

Secara khusus, tim MKK terus memantau kesiapan aksesibilitas, amenitas, dan atraksi di Surabaya dan Jawa Timur secara umum, berjalan normal.

Baca juga: Gagal Fokus! Keseksian Pria Ini Tutupi Keberhasilannya Menangkap Hiu Martil

Sebagaimana diberitakan, insiden pengeboman terjadi pada Minggu 13 Mei 2018 sekira pukul 06.00 hingga 08.00 WIB saat para jemaat mulai berdatangan untuk beribadah. Setidaknya ada 13 orang meninggal dunia dan 43 orang dikabarkan mengalami luka-luka akibat peristiwa tersebut.

Pelaku bom bunuh diri diketahui berasal dari satu keluarga yakni pasangan suami istri Dita Upriyanto dan Puji Kuswati yang mengebom dua gereja berbeda. Pasutri itu turut menyertakan keempat anaknya, yakni FS (12 tahun) dan VR (9 tahun) yang mengebom GKI Diponegoro, serta Yusuf Fadil (18 tahun) dan FH (16 tahun) yang meledakkan diri di Gereja Katolik Santa Maria Tak Bercela di Jalan Ngagel Madya.

(hel)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini