Apa yang Terjadi Ketika Penumpang Pesawat Meninggal di Tengah Penerbangan?

Dimas Andhika Fikri, Jurnalis · Kamis 07 Juni 2018 08:02 WIB
https: img.okezone.com content 2018 06 07 406 1907583 apa-yang-terjadi-ketika-penumpang-pesawat-meninggal-di-tengah-penerbangan-Dm65wvwwvE.jpg Penumpang Pesawat (Foto: Leisure)

TRAVELING menggunakan pesawat memang dapat mempersingkat waktu perjalanan. Namun bukan berarti Anda akan terhindar dari berbagai hal menjengkelkan yang sering ditemui saat penerbangan berlangsung. Mulai dari mendengar tangisan bayi, hingga mendapatkan kursi di sebelah penumpang yang tidak berhenti berbicara.

Di samping itu, ternyata ada satu hal mengerikan yang mungkin saja bisa Anda alami saat sedang bertraveling yaitu, satu pesawat dengan orang meninggal.

Dengan total sekitar 3 miliar penumpang setiap tahunnya, peluang seseorang meninggal di pesawat sebetulnya terbilang rendah. Kendati demikian, setiap maskapai memiliki protokol khusus untuk menangani kasus kematian penumpang di tengah penerbangan.

Peraturan ini juga cenderung bervariasi tergantung penyebab kematiannya.

"Kami memiliki prosedur untuk menangani penumpang yang mengalami kondisi darurat medis. Namun, hanya seorang profesional medis yang dapat menyatakan secara resmi apakah penumpang itu telah meninggal dunia atau tidak,"tutur Ross Feinsten, seorang juru bicara dari American Airlines kepada T + L.

Pernyataan terakhir Ross memang perlu digarisbawahi. Jika ditafsirkan, secara teknis hanya seorang dokter atau ahli medis berlisensi yang dapat menyatakan kematian seseorang. Dengan kata lain, tidak ada penumpang yang meninggal secara resmi selama penerbangan berlangsung. Kecuali jika ada penumpang lain yang berprofesi sebagai dokter.

Lantas, seperti apakah pertolongan medis yang diberikah oleh pihak maskapai?

"Maskapai kami memiliki peralatan medis dan akan segera menghubungi petugas medis di lapangan untuk bantuan lebih lanjut. Selain itu, pramugari kami juga dilatih untuk membantu penumpang yang membutuhkan pertolongan medis," papar Ross.

Hal senada juga diungkapkan oleh Cindy Hermosillo, Juru Bicara Southwest Airlines.

"Para kru pesawat kami akan melakukan berbagai upaya termasuk berkomunikasi dengan profesional medis melalui saluran radio atau koneksi satelit. Kami juga diperkenakan meminta bantuan medis kepada penumpang (berprofesi dokter) yang kebetulan berada pada penerbangan tersebut," ujar Cindy.

Jika seorang penumpang meninggal di tengah penerbangan, awak pesawat akan berusaha mengonfirmasi kematiannya dengan memeriksa tanda-tanda vital. Tetapi mereka tidak diperkenakan untuk membuat pengumuman apa pun.

Mayat penumpang kemudian akan dipindahkan ke barisan kursi yang kosong, diikat, dan biasanya ditutup dengan selimut. Jika pesawat dalam kondisi penuh, mayat tersebut akan ditempatkan di kursi awalnya lalu ditutupi dengan selimut.

Sejumlah maskapai juga diketahui memiliki tempat khusus yang dirancang untuk menyimpan mayat. Salah satunya adalah Singapore Airlines. Demikian dilansir dari Travel and Leisure, Kamis (7/6/2018).

(ren)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini