Menikmati Rangkaian Surga Dunia di Loloda Halmahera Barat saat Libur Lebaran

Annisa Aprilia, Jurnalis · Senin 18 Juni 2018 12:31 WIB
https: img.okezone.com content 2018 06 13 406 1910077 menikmati-rangkaian-surga-dunia-di-loloda-halmahera-barat-saat-libur-lebaran-OwFJQDYY0j.jpg Halmahera Barat (Kominfo)

LIBUR Lebaran asyiknya menjelajah alam Indonesia yang sudah terkenal keindahan dan keeksotisannya. Bila Anda belum memiliki rencana untuk berlibur, melancongi Kepulauan Maluku patut Anda coba.

Salah satunya Provinsi Maluku Utara, di sana ada sebuah daerah yang berada di Kecamatan Loloda, Kabupaten Halmahera Barat, yang memiliki pesona alam mirip dengan Raja Ampat, Provinsi Papua. Untuk dapat menyambangi Loloda, para wisatawan harus menumpang kapal cepat yang tersedia di Pelabuhan Spit Jailolo agar bisa tiba di Dermaga Kedi, Kecamatan Loloda.

 Baca juga: Kompaknya Para Ayah Ini, Style Kembaran dengan Jagoannya

halbar

Saat berkesempatan untuk mengunjungi Loloda beberapa waktu lalu, tepatnya saat rangkaian Festival Teluk Jailolo berlangsung pada Mei 2018, para pelancong disambut dengan prosesi adat Joko Kaha yang artinya injak tanah dan tarian penjemputan tamu khas Loloda. Setelah menikmati atraksi kebudayaan warga Loloda, rombongan wisatawan domestic dan mancanegara diajak mengeksplor keindahan alam perairan Loloda.

Spot yang dimiliki Loloda sekaligus sebagai pembuka perjalanan ialah Pulau Sosota. Untuk bisa mencapai pulau ini, wisatawan harus menumpang perahu bermesin 15 dan 40 PK yang sudah disiapkan warga Loloda. Saat berada di pulau kecil berukuran kurang lebih 10 hektar yang ditumbuhi rumput ilalang tersebut, para wisatawan bisa berfoto ria, menyaksikan keagungan Tuhan lewat alam ciptaannya yang indah, dan tentu saja bermain air laut.

 Baca juga: Hadapi Lebaran, Ini Cara Mudik Band Pelantun Lagu Terlatih Patah Hati

Tidak cukup sampai di situ saja, spot lainnya yang tidak boleh dilewatkan adalah Air Terjun Kahatola. Air terjun kahatola memiliki keunikan tersendiri, air terjun yang oleh warga Loloda dinamai Air Terjun Pengantin, airnya mengalir disela-sela bebatuan dan langsung terjempas jatuh ke laut.

Sementara di spot lainnya yakni Tebing Mariporoco, perahu-perahun kecil yang ditumpangi wisatawan tidak bisa menyentuh sisi batuan, alhasil keindahan tebing hanya bisa dinikmati dari jauh tanpa bisa disentuh atau dipijak. Hal tersebut terpaksa harus dilakukan karena arus laut dilokasi bebatuan bertebing curam tinggi itu kurang bersahabat, sehingga para wisatawan hanya bisa menikmati keindahan bebatuan karts dari atas perahu.

(rzy)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini