Minta Menginap Gratis, Pengelola Resor di Maldives Keluhkan Perilaku para Influencer

Wikanto Arungbudoyo, Jurnalis · Senin 25 Juni 2018 21:02 WIB
https: img.okezone.com content 2018 06 25 406 1913827 minta-menginap-gratis-pengelola-resor-di-maldives-keluhkan-perilaku-para-influencer-ac4kxru2JN.jpg Ilustrasi (Foto: Rb)

AIR yang jernih bagai kristal, hamparan pasir putih yang memanjakan mata, serta akomodasi mewah menjadi andalan Maldives sebagai destinasi wisata favorit. Para pengunjung pun beragam, mulai dari pasangan yang hendak berbulan madu, hingga para influencer di media sosial Instagram atau yang lazim disebut ‘selebgram’.

Tak bisa dipungkiri kalau pesona Maldives amat bagus sebagai latar belakang foto di Instagram. Instagrammable istilahnya. Para influencer itu berlomba-lomba untuk bisa datang, berfoto, dan menikmati keindahan di Maldives hingga harus mengorbankan harga diri dengan meminta gratisan.

Awal pekan lalu, sejumlah pemilik hotel di Maldives mengeluhkan perilaku para influencer baru yang acap meminta akomodasi gratis dengan imbalan promosi di akun media sosial. Salah satu pemilik yang mengeluh adalah Kate Jones yang dengan sinis menyebut semua pengguna Facebook belakangan ini bisa dengan mudah menjadi influencer.

“Orang-orang berkata, saya ingin datang ke Maldives untuk 10 hari dan akan mengunggah dua foto di Instagram demi 2.000 like dari pengikut. Padahal mereka hanya punya 600 orang teman di Facebook tetapi dengan berani mengatakan, ‘Hai, saya influencer, saya ingin tinggal di hotel Anda untuk tujuh hari,’” ucap karyawan salah satu resor bintang lima itu, mengutip dari Foxnews, Senin (25/6/2018).

Ia mengaku sering menerima permintaan menginap gratis tersebut. Rata-rata para influencer ingin menginap gratis selama enam hari. Padahal, biaya menginap di Maldives tidak murah.

Hurawalhi

Pengelola Hurawalhi Island Resort bahkan sampai membuat kriteria khusus di situs resmi mereka bagi para influencer. Mengaku senang bekerja sama dengan influencer, Hurawalhi menetapkan syarat-syarat yang cukup ketat agar tidak mudah ditipu oleh influencer-influencer amatiran.

“Kami mencari orang-orang yang punya hubungan erat dengan audiens mereka, memiliki pengikut setia, mengedepankan kualitas daripada kuantitas konten, dan mereka yang punya personal brand yang sejalan dengan target audiens, nilai, dan tujuan pemasaran resor ini,” tulis Hurawalhi.

Pihak resor juga mewajibkan para influencer itu mengisi formulir berisi sudut pengambilan gambar serta cerita seperti apa yang mereka cari untuk konten, berapa banyak pengikut yang mereka punya, serta tingkat jangkauan audiens seperti apa dalam profil di media sosial.

Turis

Tidak jarang juga mereka yang mengaku mempromosikan resor, ternyata lebih menonjolkan produk pakaian yang dikenakan. Untuk yang satu itu, Jones dan tempatnya bekerja memilih untuk menghentikan segala bentuk kerjasama dengan influencer fashion.

“Sepuluh foto memakai bikini yang berbeda-beda dalam satu hari di pantai sangat bagus buat produsen bikini. Tetapi Anda tentu tidak bisa bilang di mana foto itu diambil, bisa saja di tempat selain Maldives,” tutup Kate Jones.

(hel)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini