Melihat Keragaman Anggrek di Tengah Kawasan Hutan Pinus

Tiara Putri, Jurnalis · Kamis 02 Agustus 2018 10:37 WIB
https: img.okezone.com content 2018 08 02 406 1930683 melihat-keragaman-anggrek-di-tengah-kawasan-hutan-pinus-W7gpbpIfOr.JPG Orchid Forest (Foto: Tiara/Okezone)

BANDUNG hingga kini masih menjadi destinasi favorit bagi warga ibukota untuk berlibur. Terlebih tampaknya selalu ada obyek wisata baru yang menarik untuk dikunjungi. Salah satu yang tengah populer adalah Orchid Forest di kawasan Cikole, Lembang.

Obyek wisata yang baru dibuka Oktober tahun lalu itu menawarkan sesuatu yang berbeda. Mungkin Anda masih ingat beberapa waktu lalu obyek wisata hutan pinus banyak diburu oleh wisatawan. Di sini wisatawan juga bisa menemukannya sekaligus melihat keindahan bunga anggrek.

 BACA JUGA:

6 Misteri Besar Tak Terpecahkan soal Bumi, dari Dinosaurus hingga Asal Namanya

Ya, sesuai dengan namanya, obyek yang satu ini memiliki kurang lebih ada 20 ribu spesies anggrek dan hybrid dimana 150 spesies di antaranya tergolong langka. Wisatawan yang datang berkunjung bisa melihat berbagai macam bunga itu di museum anggrek atau di sepanjang kawasan obyek wisata. Selain itu, wisatawan juga bisa mempelajari lebih lanjut tentang anggrek.

 

Konsep obyek wisata ini memang edutourism. Di museum anggrek ada petugas yang siap menjelaskan lebih lanjut tentang bunga tersebut. Mulai dari jenis hinga cara perawatan. Bagi penggemar anggrek, di sini juga bisa berkesempatan membeli tanamannya untuk selanjutnya dibudidayakan di rumah. Harga yang dijual kisaran Rp80 ribu sampai Rp150 ribu.

Tak hanya melihat pohon pinus dan tanaman anggrek, di obyek wisata seluas 14 hektar ini wisatawan juga dapat berfoto di berbagai spot menarik yang dikenal dengan istilah Instagramable.

"Karena 'kan zaman sekarang orang sudah enggak bisa lepas dari media sosial. Jadi kami menyediakan banyak spot foto," ungkap Lead Marketing Orchid Forest, Nexa Paisan saat ditemui Okezone bersama rombongan Kementerian Pariwisata, Rabu (1/8/2018).

Lebih lanjut dirinya menjelaskan bila ada beberapa spot yang menjadi favorit wisatawan. "Pengunjung sih paling sering berfoto di spot selfie pingpong ball. Soalnya dari kejauhan mirip hujan turun tapi berhenti. Terus yang terbaru ada spot temanya monokrom dengan segitiga ala industrial," imbuh Nexa.

 

Sementara itu, ada pula area Wood Bridge yang juga menjadi pilihan. Untuk masuk ke sana wisatawan dikenai biaya tambahan sebesar Rp20 ribu. Dengan biaya itu, wisatawan sudah dapat menikmati 3 fasilitas yaitu melewati jembatan gantung sepanjang 150 meter dengan tinggi 15 meter, berfoto di Garden of Lights, dan flying fox.

Ada pula Rabbit Forest yang memungkinkan wisatawan bermain dengan kelinci secara cuma-cuma. Bisa juga memberi makan dengan membelinya seharga Rp5 ribu-Rp8 ribu. Fasilitas lainnya adalah Terrace Paphio yang bisa digunakan sebagai panggung pertunjukan, area piknik dan gathering, serta camping ground.

Orchid Forest ini buka mulai pukul 09.00-18.00 WIB di hari kerja dan 08.00-19.00 WIB di akhir pekan. "Tapi ke depannya kita berencana ingin memperpanjang di malam hari. Soalnya banyak juga wisatawan yang datang di sore hari karena ingin berfoto di Garden of Lights," tambah Nexa. Sedangkan untuk tiket masuknya sendiri wisatawan dikenai biaya Rp30 ribu ditambah Rp5 ribu untuk asuransi.

(dno)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini