Festival Budaya Dieng 2018, Sebelum Dicukur Anak Gimbal Dijamas

Agregasi KR Jogja, Jurnalis · Senin 06 Agustus 2018 12:02 WIB
https: img.okezone.com content 2018 08 06 406 1932355 festival-budaya-dieng-2018-sebelum-dicukur-anak-gimbal-dijamas-VgySEstKBN.JPG Anak Gimbal. (Foto: Instagram/@dewipratiwi212)

PULUHAN ribu wisatawan membanjiri kompleks candi Arjuna Dieng Banjarnegara, kemarin. Kehadiran mereka untuk mengikuti ritual pencukuran rambut gimbal sejumlah anak, yang merupakan puncak acara Festival Budaya Dieng atau Dieng Culture Festival (DCF) ke-9 tahun 2018.

"Ya, inilah Dieng dengan kekayaan budayanya. Ritual seperti ini hanya ada di Dieng dan selalu dibanjiri pengunjung dari seluruh pelosok negeri," ujar Gubernur Jateng Ganjar Pranowo, sesaat sebelum ritual dimulai, seraya menyatakan, budaya dan kearifan lokal itu, harus dilestarikan.

Peserta pemotongan rambut gimbal berjumlah 12 anak, sebagian besar asal pegunungan Dieng wilayah Banjarnegara dan Wonosobo serta anak dari Jabar.

Baca Juga:  Body Layaknya Gitar Spanyol, Ini 5 Wanita Cantik dan Sukses dalam Kariernya!

Sebelum dilakukan pemotongan rambut, ke-12 anak dikirab menggunakan dokar dari pusat Desa Dieng Kulon menuju candi Dharmasala untuk dijamas terlebih dahulu. Prosesi dipimpin sesepuh adat Dieng, Mbah Sumanto.

Usai dijamas, anak-anak usia 4-6 tahun itu dibawa ke candi Arjuna, yang telah disiapkan sebagai tempat upacara pemotongan rambut gimbal. Gubernur Ganjar Pranowo, Bupati Banjarnegara Budhi Sarwono, Kepala Dinas Pariwisata Jateng Urip Sihabudin dan perwakikan Kemenpar secara bergantian ikut mencukur. Permintaan anak-anak lugu itu, sangat beragam.

Puput Cahya Ningsih (7), putri Mesngat dan Darsiah, warga Dukuh Piasa RT 05 Desa Wanaraja Wanayasa Banjarnegara misalnya, minta ponsel dan mercon. Kemudian Fitria Nur Rahmadzani (8), anak keluarga Roim asal Wonokerso RT 05/03 Wonosari Wonosobo meminta bakso, wortel, tempe gembus, sepeda dan burung kenari.

Anak lainnya, Elsa Fitriani (9), putri pasangan Nuryanto dan Tutur asal Desa Sidengok Pejawaran Banjarnegara meminta kambing jantan besar dan biskuit dua bungkus besar. Sedangkan Mysha Kirana Saputra (5), anak asal Samabumi RT 01/01 Bumitirto Selomerto Wonosobo, meminta anak entok atau meri serta sepatu roda.

Baca Juga: Seks di Dapur, Solusi Puaskan Istri saat Sedang Letih

(Foto: Okezone/Winda)

Sesepuh adat Dieng, Mbah Sumanto menuturkan, permintaan anak rambut gimbal dipercaya bukan atas kemauan mereka sendiri. "Oleh karena itu, seluruh permintaan anak harus dipenuhi," katanya.

Bupati Banjarnegara Budhi Sarwono mengaku puas atas penyelenggaraan DCF 2018 yang diprakarsai Kelompok Sadar Wisata Pandawa Dieng Kulon itu.

"Even ini selama tiga hari menyedot ratusan ribu wisatawan dan ketertiban terjaga. Secara ekonomi, tentu uang yang beredar di Dieng miliaran rupiah. Semua itu patut disyukuri," katanya.

(mrt)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini