Luna Maya dan Nadine Chandrawinata Kritik Keras Pembangunan di Pulau Rinca

Dimas Andhika Fikri, Jurnalis · Senin 06 Agustus 2018 17:18 WIB
https: img.okezone.com content 2018 08 06 406 1932569 luna-maya-dan-nadine-chandrawinata-kritik-keras-pembangunan-di-pulau-rinca-l2bJEpB8Dt.jpg Pulau Rinca (Foto: windyadryana30/Instagram)

TAMAN Nasional Komodo (TNK) kembali diterpa kabar tidak sedap. Setelah kasus kebakaran Gili Lawa Darat, perhatian masyarakat Indonesia kini tengah tertuju pada isu pembangunan di sejumlah kawasan TNK, termasuk di Pulau Rinca yang merupakan salah satu habitat komodo.

Tidak dapat dipungkiri bahwa dalam beberapa tahun terakhir, TNK menjadi primadona di kalangan wisatawan nusantara maupun mancanegara. Daya tarik TNK sendiri terletak pada pemandangan alamnya yang indah dan eksotis.

Selain itu, terdapat pula berbagai aktivitas menarik yang bisa dijajal wisatawan seperti diving, snorkeling, dan trekking untuk menikmati momen sunset yang spektakuler. Munculnya isu pembangunan rest area, hotel, dan restoran di Pulau Rinca tentu saja menjadi sebuah pukulan telak bagi industri pariwisata Indonesia.

(Foto: dynod_/Okezone)

 (Baca Juga:Viral Video Peristiwa Cahaya Matahari Terbelah di Atas Langit Gunung Sindoro)

Apalagi pembangunan tersebut sepenuhnya akan dilakukan oleh pihak swasta. Pernyataan ini sempat dibeberkan Forum Masyarakat Penyelamat Pariwisata (Formapp) melalui surat edaran yang mereka keluarkan pada hari Minggu 5 Agustus 2018.

Surat itu juga berisikan imbauan kepada masyarakat Labuan Bajo dan sekitarnya untuk turut mengikuti aksi unjuk rasa dalam rangka menolak rencana pembangunan di kawasan TNK.

"Menyusul adanya pembangunan rest area dan akomodasi, serta restoran oleh PT. Segara Wisata Komodo Lestari dan PT. Komodo Wildlife Ekotourism di Pulau Rinca dan Pulau Padar, maka dengan ini FORMAPP MABAR (forum masyarakat penyelemat pariwisata Mabar) mengundang bapak/i untuk menghadiri aksi unjuk rasa yang akan dilaksanakan, pada hari Senin, 6 Agustus 2018, pukul 08.00 - 17.00 WITA. Berkumpul di sekretariat Formapp Mabar, dan tempat tujuan adalah Kantor DPRD Manggarai Barat, Kantor Bupati, serta Kantor TNK di Labuan Bajo".

 (Baca Juga:Menjajal Kereta Wisata yang Ditumpangi Presiden Jokowi, Tak Kalah Keren dari Pesawat)

Pagi tadi, Formapp telah melakukan unjuk rasa di sejumlah titik yang disebutkan pada surat edaran tersebut. Video mereka pun mendadak viral setelah dibagikan oleh salah satu akun gosip di Instagram.

 

Isu ini pun berhasil menarik perhatian sejumlah artis papan atas Indonesia seperti Luna Maya. Dalam sebuah foto yang diunggahnya, Luna sangat menyayangkan dan mengkritik keras rencana pembangunan.

"Taman Nasional Komodo sedang membutuhkan bantuan dari semua pihak, 300 hektar di Pulau Padar mau dikelola perusahaan swasta, dan 22,1 hektar di Pulau Rinca tepat di puncak tempat komodo biasa lewat. Please help protect komodo dari tangan investor. Jangan bebani punggung komodoku dengan bangunanmu #savekomodo," tulis Luna pada keterangan foto.

 

Selain Luna Maya, aktivis lingkungan Nadine Chandrawinata juga cukup intens menanggapi isu komerialisasi kawasan wisata Taman Nasional Komodo. Nadine membagikan sebuah tautan yang berisikan petisi penolakan rencana pembangunan tersebut.

"Biarkan komodo dapatkan haknya untuk hidup seperti kita, manusia! Kita butuh suara lebih banyak, bantu lewat petisi ya," tulis Nadine.

Kabar terakhir yang diterima Okezone, pembangunan di Pulau Rinca dihentikan untuk sementara di mana kesepakatan ini ditandatangani langsung oleh Kepala Taman Nasional Komodo.

(tam)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini