Share

Demi Keselamatan, Pendaki Dilarang Upacara HUT ke-73 RI di Puncak Gunung Semeru

Avirista Midaada, Jurnalis · Rabu 15 Agustus 2018 16:46 WIB
https: img.okezone.com content 2018 08 15 406 1936935 demi-keselamatan-pendaki-dilarang-upacara-hut-ke-73-ri-di-puncak-gunung-semeru-q19cFazPEY.jpg Pendaki dilarang upacara HUT ke-73 RI di puncak Gunung Semeru (Foto:Ist)

MENJELANG  peringatan HUT ke-73 Republik Indonesia, Kepala Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (BB TNBTS), John Kennedie melarang upacara peringatan HUT Republik Indonesia di puncak Gunung Semeru.

"Demi keselamatan kegiatan upacara Peringatan HUT Kemerdekaan RI hanya boleh dilaksanakan di Ranu Kumbolo dan Kalimati," ujar John Kennedie, saat dihubungi okezone, Rabu siang (15/8/2018).

Ia menambahkan batas pendakian pun juga dibatasi hanya sampai Kalimati. Maka dari itu para pendaki yang berniat mengadakan upacara hanya diperbolehkan di Ranu Regulo, Ranu Pani, Ranu Kumbolo, dan Kalimati.

"Ranu Kumbolo biasanya digunakan upacara dengan kapasitas 2.000 orang. Kita tidak perkenankan ke puncak. Tapi pasti ada saja yang nekat ke puncak. Padahal kita sudah berikan himbauan agar pendaki tidak ke puncak dan hanya sampai Kalimati saja," tegasnya.

 Kim Kardashian Nyaris Bugil Promosikan Sepatu Kanye West, Pose Tengkurap Saja Seksi Banget!

Di peringatan HUT Republik Indonesia di Gunung Semeru, pihaknya mengadakan acara bekerjasama dengan komunitas Gimbal Alas sebanyak 50 orang, dengan rincian tugas 10 orang bertugas di Kalimati, 20 orang di Ranu Kumbolo, dan 20 orang sisanya bertugas membantu administrasi dan pengecekan pendaki di Ranu Pani.

"Kegiatan ini juga didukung oleh mahasiswa pecinta alam HIMAKPA dari Institut Teknologi Nasional Malang sebanyak 14 orang dengan tugas mempersiapkan peralatan untuk upacara di Ranu Kumbolo dan Kalimati," lanjut John.

 Bahaya Beri Bayi Air Putih Sebelum Usianya 6 Bulan, Bisa Keracunan Loh!

Di sisi lain, John mengaku juga bekerjasama dengan Komunitas Gimbal Alas untuk membantu administrasi di resort, pengecekan peralatan, pengecekan tiket di pintu masuk dan penjagaan di blok Po'o untuk menghindari pendaki yang ingin naik tanpa prosedural.

Terkait kuota pendaki yang mendaftar, pihak TNBTS juga mengaku tak ada penambahan yakni hanya 600 pendaki per hari. Mengingat Gunung Semeru hanya dapat menampung maksimal 2.000 pendaki per harinya.

"Kuota sudah penuh. Dengan kuota 600 orang, maka dalam tiga hari ada 1.800 pendaki di Gunung Semeru, termasuk 200 orang guide dan petugas TNBTS. Total 2.000 orang," pungkasnya.

(ndr)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini