Serunya Berburu Barang Antik di Pasar Cikapundung Bandung

Antara, Jurnalis · Senin 27 Agustus 2018 11:29 WIB
https: img.okezone.com content 2018 08 27 406 1941849 serunya-berburu-barang-antik-di-pasar-cikapundung-bandung-ZSRYktzthj.jpg Ilustrasi Barang Antik. (Foto: AyoBandung)

KOTA Bandung, yang dijuluki Kota Kembang, tidak hanya terkenal dengan kuliner dan komunitas kreatifnya, namun juga menyuguhkan barang-barang antik bagi para kolektor barang vintage, yakni di Pasar Cikapundung.

Letak Pasar Antik Cikapundung berada di ujung Jalan Cikapundung Barat atau dekat Sungai Cikapundung, tepatnya di lantai tiga pasar tersebut.

Pada 2014, Wali Kota Bandung M Ridwan Kamil melakukan re-branding terhadap pasar ini. Di sini, para kolektor atau penggila barang-barang vintage dari dalam negeri maupun luar negeri berburu koleksi antik.

Barang antik yang dijual para pedagang berupa uang logam model lama, hiasan-hiasan dinding, perangko, mainan, alat-alat musik, telepon rumah dan pernak-pernik lainnya.

Baca Juga: Tertarik saat Pemotretan, Pengusaha Ini Ajak Tidur Model Rhian Sugden dengan Bayaran Rp4,6 Miliar

Para pengunjung juga bisa menawar setiap barang antik yang disuguhkan para penjual di Pasar Antik Cikapundung Salah seorang Pedagang Pasar Antik Cikapundung Mbah Kepret mengatakan pembeli yang datang ke pasar tersebut bukan hanya dari Bandung namun juga dari luar kota Bandung bahkan hingga dari luar negeri.

"Biasanya pembeli yang dari luar negeri itu mencari barang antik dari zaman kerajaan-kerajaan Indonesia dan bekas-bekas perang dunia kedua," kata dia.

Di toko miliknya, Mbah Kepret menjual barang antik paling tua berupa uang yang bentuknya tidak keruan dari zaman kerajaan Majapahit dan Tarumanegara. "Selain itu ada juga samurai dari zaman Jepang yang hanya ada di toko saya," ujar Mbah Kepret.

Baca Juga: Pesona 4 Srikandi Berhijab Tim Voli Putri Indonesia

Dia menambahkan, barang antik itu identik dengan harganya yang mahal, kendati di toko miliknya barang yang dijual bisa ditawar. "Memang harga sebuah barang antik bisa mahal kalau barangnya memang sudah langka dan tahunya sudah tahun lama banget," kata dia.

Selain barang-barang dari zaman-zaman kerjaan Mbah Kepret juga menjual berbagai rokok zaman dahulu, ada sekitar empat sampai lima jenis rokok yang ada ditokonya yang memang sudah tidak diproduksi oleh pabrik.

Nah, jenis rokok ini biasanya dicari para pemburu untuk dipajang lagi bukan untuk dikonsumsi jika pun yang untuk dikonsumsi itu hanya satu atau dua orang saja. Sementara Untuk barang-barang vintage ini beda istilahnya, kata dia, kalau barang zaman dulu itu biasanya barangnya tidak terlalu lama atau masih muda umurnya sedangkan kalau barang antik itu biasanya usianya sudah puluhan tahun.

"Berbeda lagi kalau barang-barang bekas peninggalan kerajaan itu biasanya disebut barang kuno dan tentunya harganya pun berbeda-beda biasanya barang kuno jauh lebih mahal harganya," kata Mbah Kepret.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini