Taman Nasional Tanjung Puting Disebut Layak Masuk "10 Bali Baru", Ini Keunggulannya

Dimas Andhika Fikri, Jurnalis · Selasa 04 September 2018 12:18 WIB
https: img.okezone.com content 2018 09 04 406 1945700 taman-nasional-tanjung-puting-disebut-layak-masuk-10-bali-baru-ini-keunggulannya-lkW53Yq5nm.jpg Taman Nasional Tanjung Puting (Foto:Backpacker)

SEJAK terpilih menjadi Presiden Republik Indonesia, Presiden Joko Widodo menetapkan industri pariwisata sebagai salah satu leading sector. Pasalnya, selama ini Indonesia sudah terlalu lama mengesampingkan sektor pariwisata sebagai pilihan dalam mendongkrak nilai kompetisi negara.

Padahal, sektor pariwisatalah yang dianggap ampuh meningkatkan devisa, serta mempromosikan nama Indonesia di kancah internasional. Sejalan dengan misi Presiden Jokowi, Kementerian Pariwisata telah meluncurkan sebuah program khusus yang dinamakan “10 Bali Baru” atau “10 Destinasi Prioritas”.

Program tersebut bertujuan mengembangkan 10 destinasi wisata yang berpotensi menggaet wisatawan nusantara maupun mancanegara. Ke-10 destinasi wisata itu antara lain Candi Borobudur, Kepulauan Seribu, Danau Toba, Pantai Tanjung Kalayang, Tanjung Lesung, Mandalika, Bromo Tengger Semeru, Labuan Bajo, Wakatobi, dan Morotai.

 

 (IG/@abubornean)

Uniknya, dari daftar destinasi wisata tersebut, ternyata belum ada daerah yang menawarkan wisata petualangan (adventure) dengan nuansa hutan belantara. Hal ini kemudian memunculkan sebuah ide untuk memasukkan Taman Nasional (TN) Tanjung Puting di Kalimantan Tengah, menjadi bagian dari program “10 Bali baru”.

“TN Tanjung Puting itu adalah habitat orang utan terbesar di dunia. Kalau berbicara soal 3A (Atraksi, Amenitas, dan Akses) kami juga siap,” tutur Fahrizal Fitri S.Hut MP, Sekertaris Daerah Provinsi Kalimantan Tengah, di Gedung Sapta Pesona, Jakarta Pusat, Senin (3/9/2018).

“Dari program 10 Bali Baru kan ada danaunya, kemudian untuk budaya atau wisata religi ada Borobudur, Gunungnya ada Bromo Tengger, dan lautnya banyak sekali. Tapi untuk wisata petualangan atau yang bernuansa hutan itu belum ada, TN Tanjung Puting bisa jadi pilihan,” sambungnya.

(Baca Juga: Bocah Ini Bakar Terong hingga Gosong, Hasil Akhirnya Bikin Netizen Berdecak Kagum)

(Baca Juga: Intip Tato Atlet Voli Kazakhstan Kristina Karapetyan yang Hampir Menutupi Seluruh Tubuhnya)

(Baca Juga: Anggun & Elegannya Tatjana Saphira saat Terima Penghargaan di Seoul International Drama Awards 2018)

Lebih lanjut Fahirzal menjelaskan, akses menuju TN Tanjung Putin juga sudah sangat memadai. Bahkan, jarak antara bandara menuju Pelabuhan Kumai pun hanya memerlukan waktu sekitar 15 menit. Sementara untuk amenitasnya, wisatawan dapat menyewa ‘kapal klotok’ yang dilengkapi berbagai fasilitas menarik.

“Ada 3 bandara yang dapat digunakan wisatawan. Rute penerbangannya pun cukup beragam, bisa dari Jakarta atau Surabaya. Kalau penginapannya sendiri, wisatawan bisa menginap di kapal klotok. Tarifnya disesuaikan dengan fasilitas, mulai dari Rp1 juta-Rp3 juta,” papar Fahrizal .

 

 (IG/@nanabempah)

Hal senada juga disampaikan Kepala Balai Taman Nasional Tanjung Puting, Ir. Helmi. Menurutnya, TN Tanjung Puting sudah menjadi daya pikat dunia. Dengan luas lahan sekitar 415 hektare, ada berbagai aktivitas menarik yang bisa dilakukan wisatawan selain melihat atau memberi makan orangutan secara langsung.

“Yang paling diincar tentu melihat orang utan. Tapi baru-baru ini ada tren wisata yang diperkenalkan oleh wisatawan asal Korea Selatan. Mereka menyebutnya sebagai wisata healing karena hutan tropis itu kan merupakan sumber oksigen. Jadi mereka itu senang menyusuri sungai sambil melihat yang hijau-hijau. Katanya baik untuk kesehatan,” jelas Helmi.

Kesiapan TN Tanjung Puting sebagai destinasi bertaraf internasional pun ditunjukkan dari pemberdayaan sumber daya manusianya. Helmi mengklaim bahwa saat ini, objek wisata tersebut memiliki 127 pemandu wisata yang telah tersertifikasi.

“Jumlahnya akan terus bertambah. Karena dari 25 ribu wisatawan yang datang ke tempat ini, 70% di antaranya adalah wisatawan mancanegara,” tukasnya.

(ndr)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini