Bintan Ditaburi Talenta & Budaya dari Berbagai Negara

Annisa Aprilia, Jurnalis · Jum'at 07 September 2018 13:18 WIB
https: img.okezone.com content 2018 09 07 406 1947379 bintan-ditaburi-talenta-budaya-dari-berbagai-negara-hJxpxXAxRw.jpg Perhelatan Miss Tourism Worldwide di Bintan (Foto:Annisa)

GELARAN Miss Tourism Worldwide 2018 yang mengambil lokasi salah satunya di Kabupaten Bintan, Kepulauan Riau, semalam memasuki babak talent show. Sekira 22 orang perempuan yang mewakili negaranya masing-masing menampilkan bakat yang dimilikinya.

Mulai dari bernyanyi lagu dan menari daerah dari negara asal, para perempuan ini pun juga ada yang menampilkan bakat seperti menari kontemporer, hip hop, pidato motivasi, hingga memetik gitar. Perwakilan Miss Tourism Worldwide perwakilan Indonesia, yaitu Tennissa Febriani misalnya, dia membawakan tari ondel ondel yang berasal dari Jakarta.

Dengan mengenakan pakaian kebaya encim berwarna kuning mencolok dan kerudung berwarna merah, Tennissa mengayunkan tangannya dengan gemulai. Sementara itu, Miss Tourism Worldwide perwakilan dari India, yaitu Saniha, menampilkan tari modern yang dipadukan gerakan khas tradisional India diiringi lagu R n B berbahasa india, para penonton pun bersorak karena gerakan Saniha begitu enerjik dan lincah.

 

Dari pantauan Okezone semalam, Kamis (6/9/2018), sampai akhir acara talent show, babak ini ternyata dimenangkan oleh Miss Afrika Selatan, yang menyanyikan lagu yang menceritakan daerah asalnya. Dengan teknik menyanyi seriosa, Miss Afrika Selatan berhasil memboyong gelar The Best Talent.

Sebelum talent show digelar, acara terlebih dahulu diawali dengan makan malam bersama dengan konsep outdoor di belakang Villa Angsoka, Bintan Lagoon Resort, Kabupaten Bintan, Kepulauan Riau, yang langsung menghadap ke pantai, yang hilirnya di Laut Cina Selatan. Makan malam dibuka dengan tari-tarian khas tradisional Indonesia, seperti Sunda, Kepulauan Riau, dan ditemani suara indah dari Mia Ismi yang menyanyikan lagu nasional.

Dihias dengan cahaya lampu-lampu teduh temaram, ditemani suara gemuruh ombak sesekali diselasela musik yang dimainkan, acara makan malam berlangsung sangat menyenangkan. Apalagi saat semua peserta turun ke lantai dan berdansa bersama-sama dengan penari daerah Santi Dwisaputri, yang sempat menarikan tarian zapin lenggang kipas.

(ndr)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini