Unik, Pulau Kecil di Filipina Dihuni 100 Pasang Saudara Kembar

Utami Evi Riyani, Jurnalis · Rabu 19 September 2018 07:34 WIB
https: img.okezone.com content 2018 09 19 406 1952455 unik-pulau-kecil-di-filipina-dihuni-100-pasang-saudara-kembar-uG8O95CSs8.jpg Pulau Dihuni 100 Pasang Saudara Kembar (Foto: Mirror)

SEBUAH pulau kecil di Filipina, Pulau Alabat dihuni oleh masyarakat yang tak biasa. Sebab, pulau ini dihuni oleh 100 pasang saudara kembar.

Dari 100 pasang itu, sebanyak 78 pasang kembar non-identik. Sementara 22 pasang kembar identik, termasuk sepasang kembar siam. Fenomena tak biasa ini pun membuat dokter dan ilmuwan bingung memahaminya.

Namun menurut legenda lokal, kejadian kembar yang tak biasa ini telah dimulai dari generasi terdahulu. Dalam kesehariannya, para pasangan saudara kembar ini memakai pakaian yang identik, bahkan hingga ketika mereka memasuki usia dewasa. Hal ini membuat pengunjung dari luar pulau kesulitan membedakan mereka.

Di pulau ini, pasangan kembar termuda adalah Gian dan John yang berusia empat tahun. Sedangkan pasangan kembar tertua adalah Eudosia Meras dan Antonina Meras yang berusia 86 tahun.

Eudosia dan Antonina sama-sama menjanda. Ini mereka lakukan dengan alasan memberi dukungan satu sama lain. Antonina yang menikah di usia 19 tahun menceritakan bahwa sang suami keral salah mengenali dirinya.

“Pada hari-hari awal, suami saya sering salah mengira Eudosia itu diri saya. Ada beberapa insiden memalukan ketika suami saya suka pada saudari saya karena berpikir dia adalah saya,” ujar Antonina dikutip dari Mirror, Rabu (19/9/2018).

Untungnya, Antonina memiliki tanda yang tak dimiliki Eudosia. Ia memiliki tahi lalat di hidung, sementara Eudosia tidak. Namun Eudosia memiliki tahi lalatnya di bibir bawah. Eudosia kini memiliki empat cucu yang semuanya adalah saudara kembar.

Satu-satunya pasangan kembar siam di pulau ini adalah Joy dan Joyce Magsino yang berusia 10 tahun. Mereka lahir dengan craniopagis parsial frontal dan dokter menyebut mereka dapat bertahan hidup dengan berpisah.

Namun setelah menjalani evaluasi kemungkinan pemisahan dengan prosedur CT-Scan dan MRI pada November 2017 dan hasilnya dikirimkan ke New York, para ahli bedah memutuskan untuk tidak mengoperasi mereka. Alasannya risiko lebih besar daripada manfaatnya.

Tidak ada data yang menunjukkan sejak kapan fenomena kembar ini ada di Pulau Alabat. Namun berdasarkan laporan negara pada 2015, tercatat kelahiran 12 pasang saudara kembar dalam satu tahun.

Para dokter dan ilmuwan yang kesulitan memahami fenomena ini kini sibuk mempelajari keajaiban medis yang diyakini akan bermanfaat bagi pasangan yang tidak memiliki anak. Mereka mengesampingkan faktor genetik atas banyaknya generasi kembar di pulau ini. Mereka percaya bahwa lingkungan lah yang membentuk fenomena ini. Ada pula yang menyarankan untuk meneliti air minum di pulau itu.

Selain Filipina, desa di India dikenal memiliki jumlah saudara kembar terbanyak. Desa Kodinhi di Kerala melaporkan adanya 300-350 kembar yang tinggal di dalamnya.

(ren)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini