Share

Pramugari Ungkap Alasan Paling Umum Penumpang 'Ditendang' dari Penerbangan

Dimas Andhika Fikri, Jurnalis · Rabu 19 September 2018 16:00 WIB
https: img.okezone.com content 2018 09 19 406 1952672 pramugari-ungkap-alasan-paling-umum-penumpang-ditendang-dari-penerbangan-TaN5KnFm5t.jpg Ilustrasi (Foto: Traveltalkmag)

PARA pramugari dan kru pesawat memang tidak memiliki wewenang untuk membuat kebijakan dalam penerbangan. Namun, mereka diwajibkan untuk memastikan bahwa para penumpang telah mengikuti semua aturan, sehingga proses penerbangan berlangsung lancar.

Sayangnya, aturan-aturan yang telah dikeluarkan ini seringkali tidak diindahkan oleh para penumpang pesawat. Padahal, aturan tersebut dibuat untuk memastikan penerbangan aman dan sampai tepat waktu.

Business Insider sempat mengulas tentang alasan paling umum, mengapa sebagian orang tidak diperbolehkan melanjutkan penerbangan meski mereka sudah berada di dalam pesawat. Keputusan ini ternyata bukan berasal dari para pramugari pesawat, mereka bahkan selalu mencoba untuk menenangkan para penumpang.

Semua keputusan krusial yang menyangkut masalah keamanan, pada akhirnya tergantung pada pilot. Apakah mereka harus melakukan pendaratan darurat, atau mengusir penumpang yang bermasalah.

Dengan kata lain, jika seseorang memicu keributan hebat hingga melibatkan pilot, penerbangan kemungkinan besar akan mengalami delay (penundaan).

penumpang pesawat sakit

Tapi apa sebetulnya, faktor utama yang memutuskan para pramugari dan kru pesawat bahwa seorang penumpang dapat menimbulkan masalah? Menurut laporan Business Insider, penumpang yang paling sering 'ditendang' dari penerbangan adalah penumpang yang berada dalam kondisi mabuk atau sakit.

"Kami tidak ingin kalian terbangun pada ketinggian 35.000 kaki dan membuat keonaran," kata Annete Long, seorang pramugari.

Sementara untuk penumpang yang sakit, pramugari biasanya akan lebih peka melihat keadaan fisik mereka. Jika tidak memungkinkan, penumpang akan diminta untuk mengalihkan penerbangan ke jadwal selanjutnya.

pramugari

Melengkapi fakta di atas, tindakan penumpang yang dianggap semena-mena kepada kru pesawat seperti menghina, mengancam, hingga melakukan kekerasan fisik juga dianggap sebagai pelanggaran serius. Perilaku ini sering dikaitkan dengan penumpang yang mabuk.

"Jika Anda menghina seorang pramugari, tindakan itu bisa dianggap sebagai bentuk ancaman," kata seorang pramugari.

"Jika Anda melakukan kekerasan fisik, terlepas dari bagaimana tindakan itu bisa terjadi, kemungkinan besar pilot akan melakukan pendaratan darurat," tambah yang lain. Demikian dilansir dari Food & wine, Rabu (19/9/2018).

(hel)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini