Hotel-Hotel Ini Jadi Saksi Bisu Peristiwa Bersejarah yang Tidak Disangka

Annisa Aprilia, Jurnalis · Selasa 25 September 2018 07:44 WIB
https: img.okezone.com content 2018 09 24 406 1955043 hotel-hotel-ini-jadi-saksi-bisu-peristiwa-bersejarah-yang-tidak-disangka-vcFakUJ09w.jpg Hotel Peninsula (foto: Dailymail)

HOTEL dari dulu sampai dengan sekarang fungsi utamanya memang tidak berubah, yaitu tempat peristirahatan dan singgah sementara. Bedanya hotel pada zaman dulu dan sekarang mungkin dari fasilitas yang sudah lebih lengkap.

Mengulik fungsi hotel pada zaman dulu, ternyata para petinggi negara atau tokoh-tokoh penting tidak jarang menggunakan kamar hotel sebagai tempat melakukan beberapa tindakan yang akhirnya melahirkan peristiwa besar. Sejumlah peristiwa penting dalam sejarah terjadi di hotel-hotel seluruh dunia, mulai dari lahirnya kemerdekaan Irlandia hingga Watergate.

Penasaran hotel apa saja dan di mana saja yang jadi saksi bisu sejarah? Dilansir Okezone dari laman Daily Mail, Selasa (25/9/2018), berikut daftar kamar-kamar hotel yang saksi bisu peristiwa bersejarah di dunia.

 BACA JUGA:

Meninggalnya Haringga Sirila karena Dikeroyok Didasari Fanatisme Berlebih? Ini Kata Psikolog

Talbot House, Belgia

 

Pendeta Clayton mendirikan Talbot Haouse di Poperinge, Belgia pada 1915. Awalnya, bangunan ini digunakan sebagai tempat berlindung para prajurit yang lelah dari semua jajaran. Sekarang telah disulap jadi museum, berisi ranjang besi, kursi kuno, warisan benda-benda bersejarah lainnya yang jadi tanda keberadaan para pejuang di masa lalu. Sekadar informasi, Talbot House memiliki tujuh buah kamar untuk ditinggali.

Hotel Nasional, Moskow

 

Pemerintah Soviet pertama bertemu di Hotel Nasional, Moskow setelah revolusi Rusia pada 1918. Lenin saat itu tinggal di kamar 107 dan Trostsky adalah tamu. Kamar yang dihuni menghadap ke Red Square dan Kremlin.

Hotel Shelbourne Dublin, Irlandia

 

Pada 1922 di bawah Michael Collins, Konstitusi Irlandia disusun dalam kamar 112 di Hotel Shelbourne Dublin. Sekarang kamar tersebut dilengkapi dengan meja antik yang asli dan kursi yang digunakan untuk penandatanganan landmark.

Hotel Peninsula, Hong Kong

 

Jepang secara simbolis menjadikan Hotel Peninsula di Hong Kong sebagai maskas pasca invasi pada 1941. Gubernur Sir Mak Aitchison Young menandatangani dokumen penyerahan diri di kamar 336 pada Hari Natal.

Mena House, China

 

Pada November dan Desember 1943, Konferensi Kairo tingkat atas diadakan oleh Winston Churchill, Presiden Amerika Serikat Franklin D Roosevelt, dan Chiang Kai shek di Mena House, China. Rencana untuk pendaratan Normadia dibahas. Churchill menyukai pemandangan Piramida dari suite 623 dan tidur dengan tirai terbuka.

(dno)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini