Sebelum Hilang, Yuk Kunjungi New Sabana Rawa Pening di Semarang yang Mendadak Viral

Tiara Putri, Jurnalis · Jum'at 28 September 2018 08:00 WIB
https: img.okezone.com content 2018 09 27 406 1956538 sebelum-hilang-yuk-kunjungi-new-sabana-rawa-pening-di-semarang-yang-mendadak-viral-H0s32fA1j9.jpg New Sabana Rawa Pening di Semarang (Foto: @mayanovianna/Instagram)

OBJEK wisata alam memang selalu menarik untuk dikunjungi. Pemandangannya dapat membuat hati serasa damai dan memberikan kenyamanan tersendiri. Terlebih bagi mereka yang senang dengan nuansa kehijauan karena membawa keteduhan.

Bila Anda termasuk orang yang senang melihat pemandangan alam dengan nuansa kehijauan, Anda bisa mengunjungi objek wisata baru di Semarang. Namanya adalah New Sabana dan tengah naik daun. Sebenarnya ini bukanlah objek wisata yang benar-benar baru karena letaknya berada di dalam kawasan wisata Rawa Pening.

Tak sampai di situ, dulunya objek wisata ini merupakan sebuah danau. Namun karena faktor alam, danau tersebut mengering. Seiring berjalannya waktu, danau yang mengering itu mulai ditumbuhi tanaman liar. Tanaman itu kemudian menyebar ke seluruh bagian danau yang membuat semuanya tertutup dengan warna hijau.

Sabana Rawa Pening

(Foto: @bayu12prakoso/Instagram)

Keindahan tanaman liar yang berwarna hijau dan memenuhi semua bagian danau menjadi daya tarik untuk masyarakat sekitar. Bahkan beberapa orang dari luar daerah juga ikut berdatangan untuk melihat keindahan tersebut. Di hari Sabtu dan Minggu, objek wisata ini selalu dipenuhi pengunjung.

new sabana

Selain ditumbuhi rumput, di bagian tengah sabana juga diletakkan nama objek wisata. Ada pula hiasan ikan raksasa berwarna oranye dan ular yang merupakan balon. Ketiganya sering dijadikan spot foto oleh pengunjung selain hamparan rumput hijau. Belum lagi jika langit sedang cerah bisa terlihat beberapa gunung dari jauh antara lain Gunung Telomoyo, Merbabu, dan Ungaran.

new sabana

Bila Anda merasa tertarik untuk melihat langsung, segeralah susun rencana. Alasannya karena danau seluas 2.670 hektar itu mengering akibat musim kemarau. Jika sudah memasuki musim penghujan, tidak menutup kemungkinan danau itu akan menampung air kembali.

(hel)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini