Masuk Rekor Dunia, Desa Ini Mewajibkan para Wanita Berambut Panjang hingga Bermeter-meter!

Annisa Aprilia, Jurnalis · Minggu 30 September 2018 01:05 WIB
https: img.okezone.com content 2018 09 28 406 1956946 masuk-rekor-dunia-desa-ini-mewajibkan-para-wanita-berambut-panjang-hingga-bermeter-meter-RkkscLR8TZ.jpg Desa Huangluo (CDN)

ADA sebuah desa di China yang penduduk perempuannya harus berambut sangat panjang. Bukan hanya sepanjang pinggang atau bokong, tapi bisa bermeter-meter hingga menyisirnya pun perlu bantuan orang lain.

Desa Huangluo Yao namanya, dihuni oleh sekira 60 keluarga yang perempuannya berambut panjang, dengan rambut terpanjang mencapai 1,9 meter. Sementara perempuan-perempuan lainnya memiliki panjang rambut rata-rata satu meter lebih.

Berkat tradisi perempuan berambut panjang ini, Desa Huangluo Yao menjadi terkenal sebagai desa rambut panjnag pertama di dunia, dilansir Okezone dari laman Top China Travel.

Baca juga: Bijakkah Jika Offline dari Email Pekerjaan saat Akhir Pekan?

Uniknya, meskipun mengharuskan penduduk perempuannya memiliki rambut panjang sampai sepanjang satu meter, tapi ada aturan khusus untuk perempuan yang masih lajang. Mereka tidak boleh menunjukkan rambutnya pada orang lain, tapi harus menutupinya menggunakan syal biru di kepala sehingga orang tidak bisa melihatnya.

Baca juga: 5 Pertanyaan yang Perlu Dijawab Sebelum Anda Memutuskan Pacaran

Desa Huangluo (CDN)

Lantas siapa yang pertama boleh melihat rambut para gadis lajang? Orang yang pertama boleh melihat rambut perempuan lajang penduduk Desa Huangluo Yao hanyalah suaminya saja. Si suami pun baru bisa melihat rambut indah istrinya saat hari pernikahan. Jika ada pria yang sembarang melihat rambut seorang gadis sebelum pernikahan, maka risikonya dia harus tinggal di kediamannya selama tiga tahun sebagai menantu keluarga si gadis.

Baca juga: Terserang DBD, 5 Warga Bojonegoro Meninggal

Keharusan memanjangkan rambut bukan tanpa alasan, tapi ada arti yang sangat penting dan mendalam. Rambut yang dipanjangkan memiliki arti panjang dan sejahtera, simbol umur panjang, kekayaan, simbol kemakmuran, dan nasib baik. Jadi, tidaklah heran jika para perempuan di Desa Huangluo tepatnya etnis Yao Merah sangat menghargai rambut mereka.

Tradisi rambut panjang diiringi dengan tradisi atau kebiasaan merawat rambut yang diwariskan dari generasi ke generasi. Sejak usia memasuki 12 tahun, para gadis telah diajarkan memelihara rambut. Dalam merawat rambut pun mereka tidak sekadar merawat, tapi menggunakan bahan-bahan alami, seperti menyisir menggunakan sisir terbuat dari kayu, menyisir dengan hati-hati, dan sampo yang digunakan pun terbuat dari air cucian beras dan bahan-bahan herbal berasal dari gunung.

(rzy)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini