Intip Dukungan Pemerintah Swiss untuk Pariwisata Lombok, Salah Satunya Keterampilan!

Annisa Aprilia, Jurnalis · Senin 15 Oktober 2018 18:30 WIB
https: img.okezone.com content 2018 10 15 406 1964321 intip-dukungan-pemerintah-swiss-untuk-pariwisata-lombok-salah-satunya-keterampilan-9O8G7Hc9iQ.jpg Pariwisata Lombok (Okezone)

DENGAN adanya target kunjungan wisatawan yang perlu dicapai, Indonesia perlu memiliki beberapa faktor pendukung untuk membawanya meraih target tersebut. Faktor sumber daya manusia turut ikut andil dalam membangun sebuah daerah menjadi lebih memikat bagi wisatawan.

Akan tetapi, tidak sembarang sumber daya manusia yang mampu mengiringi pemerintah dalam meraih target angka kunjungan wisatawan yang mengunjungi Indonesia. Masyarakat dalam hal ini perlu memiliki kemampuan yang mumpuni dalam ranah pariwisata untuk menyediakan jasa dan layanan pada wisatawan.

Pariwisata merupakan sektor penting perekonomian Indonesia dan sumber utama penciptaan lapangan pekerjaan. Maka, bersinggungan dengan hal tersebut, Indonesia butuh meningkatkan kualitas, kurikulum, dan kualifikasi guru dan membina hubungan kelembagaan antara sekolah dengan industri.

Baca juga: Tak Ada Air Mengalir untuk Cuci Tangan, Bolehkah Pakai Handsanitizer atau Tisu Basah?

Keterampilan Tenaga Ahli Lombok

Bantuan pun Indonesia terima lewat pemerintah Swiss melalui Proyek Pengembangan Pendidikan Pariwisata Berkelanjutan (STED), yang akan mendukung Politeknik Pariwisata Lombok dalam membangun sumber daya manusia dengan keahlian yang dibutuhkan sektor pariwisata. Proyek STED tersebut merupakan jawaban atas ajakan pemerintah Indonesia untuk menata pendidikan vokasi atau kejuruan di bidang pariwisata dan bertujuan membantu mengembangkan lulusan yang lebih berkualitas relevan dengan kebutuhan pariwisata di Indonesia Timur.

Pada 2016 pemerintah Indonesia mencanangkan rencana percepatan pengembangan 10 destinasi pariwisata prioritas secara berkelanjutan. Tekad ini memerlukan investasi sumber daya manusia yang memadai. Namun, di sisi lain ada kesenjangan keterampilan yang menjadi masalah utama di banyak industri di Indonesia, terlebih industri padat karya seperti pariwisata.

Baca juga; Traveling dengan Nyaman ke Australia dengan Menghindari 5 Hal Ini

“Kami berharap proyek STED dapat mendukung upaya dalam meningkatkan keterampilan mahasiswa pariwisata, yang pada akhirnya akan bersumbangsih terhadap daya saing pariwisata Indonesia,” kata Rizki Handayani, Deputi Menteri Bidang Pengembangan Industri dan Kelembangaan, dalam rilis yang Okezone terima, Senin (15/10/2018).

Keterampilan Tenaga Ahli Lombok

Tidak hanya Rizki, Raymund Furrer, Duta Besar Swiss pun yakin mahasiswa Indonesia dapat menerima manfaat dari dukungan yang diberikan. Selain itu, diharapkan para mahasiswa dapat bersaing di industri pariwisata dalam negeri, para pelaku pariwisata pun mencari dan memperkerjakan karyawan langsung dari Lombok.

Baca juga: Program BWAP Miss Indonesia 2018 Alya Nurshabrina Diakui Dapat Membangun Kesejahteraan Masyarakat

“Saya yakin bahwa mahasiswa dan seluruh industri pariwisata Lombok akan menerima manfaat besar dari dukungan kami ke Politeknik Pariwisata Lombok. Adalah ambisi kami untuk memastikan bahwa dalam waktu dekat, industri pariwisata Lombok akan mencari dan memperkerjakan karyawan barunya langsung dari Politeknik Lombok,” ucapnya.

(rzy)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini