Lebih Mengenal Sejarah, 3 Museum di Jakarta Ini Cocok Disambangi Anak Muda!

Pradita Ananda, Jurnalis · Kamis 01 November 2018 18:18 WIB
https: img.okezone.com content 2018 11 01 406 1971879 lebih-mengenal-sejarah-3-museum-di-jakarta-ini-cocok-disambangi-anak-muda-lMS5dhcDeY.jpg Museum MH Thamrin (Foto: Pradita/Okezone)

SECARA seremonial, peringatan Hari Sumpah Pemuda yang jatuh setiap tanggal 28 Oktober setiap tahunnya memang tidak semeriah dan sebesar peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia, di setiap 17 Agustus.

Namun sudah sepatutnya, kita sebagai generasi muda penerus bangsa untuk tetap memelihara semangat para pahlawan-pahlawan, anak-anak muda generasi terdahulu agar selalu ingat betapa para leluhur kita dulu begitu mati-matian memperjuangkan kemerdekaan negeri ini.

Salah satu kegiatan berfaedah yang bisa dipilih untuk memaknai peringatan Hari Sumpah Pemuda, ialah dengan mengunjungi museum tepatnya tiga museum yang punya benang merah terkait peristiwa Sumpah Pemuda. Tak perlu jauh-jauh kok, sebab museum yang dimaksud adalah tiga museum yang berlokasi di Jakarta, yakni Museum MH Thamrin, Museum Sumpah Pemuda, dan Museum Kebangkitan Nasional.

BACA JUGA:

 Kaesang Naiki Mobil-mobilan Jan Ethes, Netizen Salah Fokus ke Tangan Kanannya

Lalu mengapa tiga museum yang ini yang menjadi highlight pilihan para muda-mudi, atau bisa juga keluarga dan anak-anak untuk datang dalam rangka memaknai peringatan Hari Sumpah Pemuda? Menjawab pertanyaan ini, maka Okezone pun bertanya kepada Farid Mardhiyanto dari Jakarta Good Guide.

 

“Alasannya yang pertama untuk museum kebangkitan nasional itu walau kesannya Jawa centris, tapi bisa menjadi pelopor organisasi lain. Organisasi inilah yang membuat kongres pemuda satu dan dua. Kongres pemuda yang kedua ini kan dibikinnya di Museum Sumpah Pemuda dan menghasilkan apa yang sekarang kita kenal dengan Sumpah Pemuda. Inilah kenapa secara sejarah, keduanya berhubungan,” papar Farid saat ditemui Okezone, Rabu (31/10/2018) dalam acara “Heritage Tour By Archipelago International,” di Museum MH Thamrin, Jakarta Pusat.

Sedangkan, untuk Museum MH Thamrin disebutkan oleh Farid lebih mengacu karena beliau yang namanya sekarang diabadikan untuk sebuah nama jalan protokol di Jakarta Pusat ini, ialah karena MH Thamrin bisa dibilang hadir sebagai salah satu sosok pemersatu bangsa Indonesia.

“Kalau museum MH Thamrin, awalnya kan beliau bikin memang untuk kaum Betawi. Tapi akhirnya, di situ lah “basecamp” banyak organisasi berkumpul untuk saling berbagi ide dan melakukan diskusi berbagai hal. Apalagi beliau juga kan anggota Volksraad (DPR), sosok MH Thamrin ini mewakili rakyat pada kala itu,” pungkas Farid.

(dno.-)

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini