Share

Berwisata Sembari Bersepeda di Jantung Borneo, Serunya Menikmati Alam di Dua Negara

Dina Prihatini, Jurnalis · Sabtu 03 November 2018 17:30 WIB
https: img.okezone.com content 2018 11 03 406 1972899 berwisata-sembari-bersepeda-di-jantung-borneo-serunya-menikmati-alam-di-dua-negara-xJLLlyhsv8.jpg Peserta Bersepeda di Jantung Borneo II (Foto: Dina/Okezone)

BEROLAHRAGA sekaligus berwisata? Mengapa tidak. Karena inilah yang dilakukan ratusan pesepeda asal Indonesia-Malaysia saat mengikuti trip Bersepeda di Jantung Borneo II di dua negara sekaligus berwisata mengunjungi rumah panjang khas Suku Dayak dan menikmati indahnya Danau Sentarum.

Menyusuri hutan dengan tanjakan jalan berbukitan, perjalanan naik turun sepanjang 141 Kilometer, mungkin pernah dirasakan oleh sebagian besar pecinta olahraga sepeda di Indonesia.

Namun, bagi 133 anggota peserta Bersepeda di Jantung Borneo II dengan trip Sriaman Malaysia hingga batas Indonesia di Nanga Badau-Lanjak Kabupaten Kapuas Hulu, bukan sebuah perjalanan sepeda yang mudah. Betapa tidak, bersepeda dengan rute ratusan kilometer, bukan sebuah hal asing bagi mereka yang hobi menganyuh sepeda dengan ribuan kilo sepanjang tahun yang pernah dilalui. Track dari Sriaman-Badau, kawasan dua negara diakui menjadi sebuah perjalanan yang tak terlupakan.

Ketika seluruh peserta masuk wilayah Nanga Badau, kawasan PLBN (Pos Lintas Batas Negara) Indonesia di Kabupaten Kapuas Hulu, peserta memasuki rest area untuk beristirahat yang kemudian akan memasuki rute selanjutnya di kawasan jantung Borneo di Kecamatan Lanjak kawasan terujung Kalbar itu.

wisata alam

Sebelum memulai perjalanan dengan start selanjutnya, peserta terlebih dulu menyanyikan Lagu Sumpah Pemuda dan Indonesia Raya yang dipimpin oleh mantan atlet sepeda asal Kalbar, Secilia Succestorya Harley yang diikuti penuh semangat oleh seluruh peserta meski beberapa bukan berasal dari Indonesia.

Bersepeda di Jantung Borneo II merupakan agenda tahunan kedua Kementrian Pariwisata yang bekerjasama dengan Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat yang berhasil menarik perhatian wisatawan mancanegara terutama mereka yang ada di Malaysia.

Tahun kedua ini, Bersepeda di Jantung Borneo II merupakan acara akbar yang diikuti dengan sekitar 30 peserta berasal dari negeri Jiran, Malaysia.

Diakui seluruh peserta bahkan, Bersepeda di Jantung Borneo II ini merupakan gowes terpanas sepanjang sejarah mengikuti perjalanan sepeda baik di dalam maupun di luar negeri yang pernah diikuti.

wisata alam

Pantauan Okezone, selama mengikuti perjalanan, terik matahari pagi dari negara Jiran, masih membuat seluruh peserta bersemangat. Melalui jalan sepanjang batas negara, sampailah mereka pada border Badau menuju Lanjak.

Jika dari ratusan peserta masih bersemangat dengan tenaga penuh, maka beberapa di antaranya harus diangkut pihak panitia akibat dehidrasi serta keram yang langsung diangkut menggunakan ambulance menuju kawasan finish di pasar Kecamatan Lanjak, Kapuas Hulu.

Menurut Alberth, salah satu peserta dari Jakarta, Bersepeda di Jantung Borneo II ini adalah trip terpanas dan terekstrim yang pernah ia lalui.

"Ini gowes yang ekstrim, karena panasnya luar dalam dan dahsyat, belum lagi jalan naik turun, begitu indah, begitu semangat begitu panas dan tak terlupakan," ungkapnya excited kepada Okezone.

wisata alam

Pria yang telah Bersepeda di Eropa, Amerika dan bulan depan akan meneruskan perjalanan kenegeri China inipun mengakui jika trip di Bersepeda di Jantung Borneo II merupakan trip yang ekstrim tak terlupakan baginya dan seluruh peserta.

"Bahkan Bali dengan kawasan bukitnya masih jauh dibanding Sriaman-Badau ini, terutama panasnya," katanya sembari tertawa.

Dimulai sekitar pukul 07.00 waktu Malaysia, peserta tiba di garis finish pada pukul 04.00 Wib yang dilakukan oleh peserta dari Papua.

wisata alam

Sukadi dan Sumardi, peserta pertama menuju Finish asal Papua mengaku jika kesulitan mereka adalah cuaca yang luar biasa panas.

"Cuacanya ekstrim, panas sekali dan itu faktor yang mengakibatkan peserta lain tidak bisa meneruskan trip ini," cetusnya.

Berbeda dengan salah satu peserta asal Malaysia, Mr Loki. Baru beberapa kilo is mengayuh sepedanya, harus mengalah karena kram di kaki sehingga dieksekusi dikendaraan yang mengangkut media untuk meliput.

"Rugi rasanya karena harus menunggu 3 bulan untuk kegiatan ini," terangnya.

wisata alam

Senada, salah satu peserta asal Kalbar, Suandra mengakui bahwa perjalanan begitu menantang dengan cuaca baik disertai pihak keamanan yang membuat peserta begitu nyaman dan aman.

"Ini perjalanan menantang bagi para pesepeda, dan saya melihat seluruh peserta sangat bergembira," cetusnya.

Saat seluruh peserta tiba digaris finish, panitia menyiapkan kehadiran mereka dipanggung dengan memberikan medali kepada mereka yang pertama mencapai finish. Disaksikan oleh ratusan masyarakat Lanjak, seluruh peserta berhasil meraih finish sembari menikmati hari terakhir Festival Danau Sentarum yang dilakukan oleh masyarakat sekitar setiap tahunnya.

Sebelum melakukan perjalanan kedua di Border Badau, 133 peserta diberi support oleh Bupati Sintang, Jarot Winarno yang kebetulan melintas border guna kunjungan kerjanya di PLBN Badau yang diresmikan oleh President RI, Joko Widodo itu. Bupati Sintang mengakui jika olahraga sepeda merupakan olahraga yang paling sehat yang harus diikuti oleh seluruh masyarakat di Kalbar.

"Budaya bersepeda harus dimasyarakatkan, karena banyak manfaat yang didapat, dan kemungkinan kedepan seluruh ASN di Sintang kita upayakan menggunakan sepeda seminggu sekali," katanya lagi.

Jarot juga menjelaskan pihaknya akan terus mendukung acara serupa terutama selain meningkatkan wisatawan ke Kalbar, Bersepeda di Jantung Borneo II ini juga akan menyadarkan masyarakat akan kegunaan sepeda.

"Akan terus kami dukung," tegasnya.

Kepala Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata Kalbar, Natalia Karyawati mengaku jika acara akbar ini akan diupayakan dilakukan tahunan dengan target peserta akan merambah ke negara lain seperti Brunai bahkan dari Amerika.

"Ini akan menjadi kegiatan tahunan memperkenalkan kawasan hutan Kalbar yang indah juga menjadi salah satu data tarik wisatawan datang ke Kalbar," ucapnya.

Wanita yang juga hobi bersepeda inipun berharap masyarakat di Kalbar dapat melakukan hal yang sama yaitu membudidayakan bersepeda agar memiliki jiwa dan raga yang sehat melalui sepeda.

Usai melakukan perjalanan dengan 141 Kilometer, malam harinya peserta beristirahat dan menginap di rumah betang, rumah panjang suku Dayak di Desa Sumpak Sengkuang.

Tiba di rumah panjang sekitar pukul 18.00 wib, para peserta disuguhi dengan upacara adat menyambut tamu dibarengi dengan hidangan makan malam sederhana khas masyarakat Desa Sumpak Sengkuang.

Ari, guru SMK 1 Pontianak mengaku senang bisa mengikuti perjalanan sepeda hingga menginap di kawasan rumah panjang di Kabupaten terujung Kalbar itu.

"Bisa melewati dua negara, melintasi hutan yang begitu indah kemudian menginap langsung bersama penduduk dirumah panjang tentu menjadi perjalanan yang menyenangkan sehingga bisa menarik wisatawan melakukan hal yang sama yang kami lakukan di tahun depan," paparnya.

Keesokan harinya, mereka melanjutkan perjalanan wisata menyusuri kawasan Danau Sentarum dengan menggunakan Kapal Bandong selama kurang lebih sekitar 20 menit hingga kembali lagi di dermaga.

Perjalanan diakhiri dengan kembali ke Jota Pontianak untuk meneruskan perjalanan ke masing-masing Jota di mana mereka berasal dan berjanji akan kembali lagi di Tahun mendatang pada Bersepeda di Jantung Borneo III dengan trip dan pengalaman lainnya yang lebih menantang.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini