Mengenal Air Blekutuk Wisata Kayangan Api yang Berdaya Magis

Antara, Jurnalis · Minggu 18 November 2018 05:12 WIB
https: img.okezone.com content 2018 11 18 406 1979360 mengenal-air-blekutuk-wisata-kayangan-api-yang-berdaya-magis-d5sy6RSK2Y.jpg (Foto: Galeri Keris)

AIR Blekutuk di objek wisata Kayangan Api di Desa Sendangharjo, Kecamatan Ngasem, Bojonegoro, Jawa Timur, sangat lekat dengan tradisi jamasan pusaka. Diyakini, air sumur ini mengandung banyak khasiat.

Keyakinan inilah yang menjadi salah satu motivasi Komunitas Senapati Nusantara melakukan jamasan terhadap 341 pusaka menggunakan air sumur Blekutuk.

"Air sumur Blekutuk dianggap terbaik untuk dimanfaatkan jamasan pusaka," kata Kepala Bidang Budaya Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Bojonegoro Taufik Amrullah, di Bojonegoro.

(Foto: Instagram bintang_an)

Ia menjelaskan proses jamasan 341 pusaka yang berasal dari desa di daerahnya yang ikut dalam Festival Pusaka Nusantara itu dilakukan personel Komunitas Senapati Nusantara.

Caranya dengan mengambil air dari sumur Blekutuk yang berlokasi tak jauh dari sumber api abadi, kemudian ditempatkan di empat wadah, yang kemudian dimanfaatkan untuk mencuci benda pusaka keris satu persatu.

"Jumlah 341 pusaka itu menyesuaikan dengan angka Hari Jadi Bojonegoro ke-341. Terakhir pusaka yang menjalani proses jamasan dioles dengan minyak. Komunitas Senapati Nusantara berpendapat bahwa air sumur Blekutuk di Kayangan Api merupakan air yang paling baik untuk jamasan pusaka,” ulasnya.

(Foto: Instagram adort6)

Dalam Rangkaian Festival Pusaka Nusantara 2018 untuk memeriahkan HJB ke-341, yang diikuti lebih dari 1.000 pusaka dari berbagai daerah di Tanah Air selama dua hari, juga akan digelar sarasehan Pusaka Nusantara dengan tema Mbedah Pusaka Matahun, Sabtu.

Pakar geologi Universitas Pembangunan Veteran (UPNV) Yogyakarta Dr. Jatmika Setiawan menambahkan, air sumur Blekutuk, sudah sejak zaman dulu memang dimanfaatkan untuk jamasan pusaka.

(Foto: Instagram edys221230)

"Air sumur Blekutuk di Kayangan Api memang sejak dulu sudah dimanfaatkan empu untuk jamasan pusaka," kata dia menegaskan.

(Baca Juga: Jangan Takut Naik Pesawat Terbang, Pesawat Tak Akan Stall meski Pilot Berusaha Menjatuhkannya)

Secara geologi, menurut dia, air sumur Blekutuk, bercampur dengan lumpur hasil pelapukan dari batuan yang mengandung besi serta bercampur gas dan minyak. "Jadi bisa membuat keris menjadi bersih dan awet tidak keropos," ucapnya menegaskan.

Ia menambahkan di lokasi api di Kayangan Api secara ilmiah dinamakan antiklin yaitu struktur geologi berupa lipatan lapisan batuan sedimen atau batuan metamorfosis yang cembung ke atas. "Sumur Blekutuk itu secara geologi dinamakan Sinklin, kebalikannya," ucapnya.

(Foto: Instagram hakimsunjoyo)

Kayangan Api merupakan salah satu objek wisata unggulan Bojonegoro yang menyuguhkan fenomena sumber api abadi dari gas alam. Lokasinya yang berada di tengah kawasan hutan menjadikannya tempat yang pas untuk berwisata.

Objek wisata Kayangan Api juga acapkali dikaitkan dengan kisah Empu Supa dari Majapahit. Dikisahkan, objek wisata ini dahulu kala adalah tempat pertapaan sang empu sekaligus bengkel pembuatan pusaka.

(Foto: Instagram errymsubhan)

Di antara karya sang empu yang dibuat di tempat ini adalah Keris Jangkung Luk Telu Blong Pok Gonjo yang ditempa dan dibakar dengan api yang keluar dari Kayangan Api.

(Baca Juga: Temukan Siput Mati di Saladnya, Begini Cara Ratu Elizabeth 'Mengancam' Juru Masak Kerajaan)

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini