Share

Bandara Sisingamangara XII Gerbang Utama Menuju Kawasan Danau Vulkanik Terbesar di Asia Tenggara

Robert Fernando H Siregar, Jurnalis · Kamis 22 November 2018 19:19 WIB
https: img.okezone.com content 2018 11 22 406 1981425 bandara-sisingamangara-xii-gerbang-utama-menuju-kawasan-danau-vulkanik-terbesar-di-asia-tenggara-MlvaP5aqYT.jpg Ilustrasi pesawat terbang (Foto: Pixabay)

Bandara Internasional Raja Sisingamangaraja XII, di Parik Sabungan Silangit, Kecamatan Siborongborong, Kabupaten Tapanuli Utara (Taput), Provinsi Sumatera Utara, menjadi modal penting pembangunan Pariwisata di kawasan Danau Toba. Taput sebagai pintu gerbang Pariwisata Danau Toba, telah menjadi kebutuhan daerah di kawasan Danau Toba, karena jalur distribusi menjadi lebih pendek. Alhasil, Pariwisata Danau Toba bisa mendongkrak pertumbuhan ekonomi dan usaha di kawasan Danau Toba.

Perjalanan panjang Bandara Silangit dari Bandara Perintis hingga menjadi Bandara Internasional. Bandara Silangit berubah nama menjadi Bandar Udara Internasional Raja Sisingamangaraja XII pada tanggal 3 September 2018, berdasarkan Keputusan Menteri Perhubungan (Menhub) Nomor KP 1404 Tahun 2018, pasca Presiden Joko Widodo (Jokowi) meresmikan Bandara Silangit menjadi Bandara Internasional, Jumat tanggal 24 November 2017.

Baca juga: Tak Seperti Pria, Wanita Perlu Persiapan Lebih Jika Ingin Lari Maraton

Sebelum Bandara itu menjadi Bandara Internasional, Presiden Jokowi bersama rombongan menuju Parapat, Kabupaten Simalungun, Sumut, tanggal 1 Maret 2016, singgah di Bandara Silangit dengan menggunakan dua unit pesawat jenis CN 295 A-2908 dan CN 295 A-2904. Saat itu Jokowi kagum dengan keberadaan Bandara Silangit dan menginstruksikan agar Bandara itu ada penerbangan reguler Jakarta – Silangit (PP).

Mengindahkan instruksi Jokowi, tanggal 4 Maret 2016, Bupati se-kawasan Danau Toba, yakni, Bupati Taput Drs Nikson Nababan, Bupati Humbang Hasundutan Dosmar Banjarnahor, Bupati Tobasamosir Darwin Siagian, Bupati Samosir Rapiddin Simbolon, menandatangani MoU dengan Garuda Indonesia yang disaksikan oleh PT Angkasa Pura II dan Kepala Bandara Silangit.

Drs Nikson Nababan menjelaskan, penandatanganan MoU oleh Bupati sekawasan Danau Toba dengan pihak Garuda Indonesia dilakukan, menindaklanjuti instruksi Presiden saat singgah di Bandar Silangit. Presiden menginstruksikan agar pesawat Garuda Indonesia, Maret 2016 itu juga sudah harus beroperasi di Bandara Silangit.

Dengan terlaksanannya pendatanganan MoU itu, diharapkan penerbangan dengan rute Bandara Silangit - Jakarta dan sebaliknya, direncanakan akan terbang sebanyak 3 kali seminggu. Pengembangan Bandara Silangit merupakan upaya percepatan pengembangan Danau Toba sebagai Monaco Asia. Alhasil, secara otomatis masyarakat di kawasan Danau Toba akan maju dan sejahtera.

Nikson Nababan juga berharap, dengan penandatangan itu adalah awal dari kebangkitan Kabupaten sekawasan Danau Toba. Keberadaan Bandara Silangit akan mendorong kemajuan dan perkembangan yang pesat bagi Kabupaten sekawasan Danau Toba. Kabupaten Tapanuli Utara akan bangkit dengan keberadaan bandara itu dan kita diyakini akan mengalir ke Kabupaten lainnnya. Diharapkan dukung bersama dan diyakini Bandara Silangit akan berkembang dan menjadi Bandara Internasional yang mampu bersaing di dunia, khususnya menjadi Interkoneksi di wilayah Tapanuli, pantai barat Sumatera Utara.

Kemudian, oleh Presiden Jokowi meresmikan Bandara itu menjadi Bandara Internasional Jumat 24 November 2017. Sebelum meresmikan Bandara itu, Jokowi melihat maket pembangunan bandara tersebut. Jokowi langsung minta agar bandara itu diperluas lagi, agar Bandara Internasional Silangit memiliki landasan pacu (runway) sepanjang 2.650 meter, lebar 45 meter serta terminal seluas 3.000 meter persegi. Jokowi pun meminta untuk terus diperpanjang lagi hingga tuntas paling lambat tahun 2020, agar pesawat wide body yang paling besar bisa masuk ke Bandara itu.

Jokowi mengatakan, peresmian Bandara tersebut sebagai 'ledakan' dalam pariwisata dunia. Diharapkan kehadiran bandara itu bisa menjadi pintu masuk wisatawan ke kawasan Danau Toba, yang nanti juga berdampak bagi perekonomian rakyat. Sekarang kita sedang membuat ledakan baru di dunia pariwisata, saat gerbang menuju keindahan Danau Toba yang menyimpan sejarah bumi dan kekayaan budaya suku-suku di tano Batak terbuka lebar. Inilah gerbang bagi wisatawan berkunjung, gerbang kreativitas pelestarian adat Batak, gerbang untuk ‘Marsipature Huta Na Be’ membangun kampung halaman dan terutama gerbang menuju peningkatan kemakmuran, kesejahteraan seluruh ‘Tano Batak’.

Setelah menjadi Bandara Internasional, kini Bandara itu telah melayani rute penerbangan mancanegara dan domestik, dengan berbagai jenis maskapai penerbangan. Minggu 28 Oktober 2018, Air Asia melakukan penerbangan perdana rute Kuala Lumpur - Bandara Internasional Silangit (PP) atau gerbang utama menuju kawasan pariwisata Danau Toba. Danau Toba merupakan danau vulkanik terbesar di Asia Tenggara itu.

Manager Angkasa Pura II, Mohamad Hendra Irawan menerangkan, ada beberapa maskapai yang melayani penerbangan setiap hari Bandara Sisingamangaraja XII – Soekarno Hatta (pulang – pergi), yakni Batik Air, Citilink, Garuda Indonesia, Sriwijaya. Citilink dari Halim Perdanakusuma – Bandara Silangit (pulang – pergi). Garuda dari Kualanamu – Silangit, Susi Air Silangit – Kualanamu dan Silangit – Gunung Sitoli. Wings Air dari Kualanamu – Silangit dan Silangit Kualanamu. Serta Malindo Air dari Subang – Silangit dan Silangit – Subang dengan jadwal penerbangan, Minggu, Senin, Rabu dan Jumat.

Hingga Oktober 2018, sudah ada sekitar 330 ribu penumpang keberangkatan dan kedatangan dari Bandara Sisingamangaraja XII. Saat ini, dimensi runway sesuai AIP adalah 2250 x 30 meter. Saat ini sedang melakukan perpanjangan dan pelebaran runway menjadi 2650 x 45 meter.

Direktur Utama Badan Otorita Danau Toba (BODT), Arie Prasetyo mengatakan, bertambahnya rute penerbangan ke kawasan Danau Toba, merupakan capaian Kementerian Pariwisata, Badan Pelaksana Otorita Danau Toba (BPODT) dan pihak berwenang tekait yang telah ditunggu masyarakat setempat.

Air Asia Malaysia maskapai dengan jaringan rute terluas di Asean. Layanan Fly-Thru Air Asia akan semakin mempermudah wisatawan untuk mengunjungi Danau Toba, salahsatu dari 10 destinasi wisata priotitas Indonesia. Pelaksanaan inagurasi penerbangan pertama dari Kuala Lumpur Malaysia itu, merupakan capaian yang menjadi tonggak sejarah menuju Danau Toba sebagai Kawasan Wisata Internasional.

Penerbangan maskapai mancanegara merupakan momentum penting untuk Danau Toba, karena sejak hari ini salahsatu danau terindah di dunia ini terkoneksi langsung dengan wisatawan dari kota-kota di antaranya, Kota Kinabalu, Johor Bahru, Kuching, Guangzhou, Chongqing, Changsha, Chengdu, Hangzhou, Hongkong, Beijing, Shanghai, Shenzhen, Xi'an, Taipei, New Delhi, Hyderabad, Chennai, Melbourne, Sydney, dan Singapura.

Hari ini, BPODT melaunching Peta Kawasan Wisata Danau Toba, juga Booklet Kawasan Wisata Danau Toba untuk navigasi turis lokal maupun internasional yang sedang berada di Danau Toba. Dengan Peta Danau Toba dan Booklet Kawasan Wisata Danau Toba ini, kami berharap seluruh wisatawan dapat terbantu dan tidak ada lagi ketidaktahuan saat berada di kawasan Danau Toba. Kami mencetak banyak dan membagikannya kepada para wisatawan serta hotel-hotel terdekat.

Masih dalam upaya mendukung Danau Toba sebagai salahsatu Destinasi Wisata Nasional, BPODT Rangkul BI Kembangkan Potensi Ekonomi Desa di Kawasan Danau Toba Badan Pelaksana Otorita Danau Toba (BPODT) bersama Bank Indonesia (BI), sepakat bekerjasama dalam pengembangan ekonomi Kawasan Danau Toba. Peresmian kerjasama pengembangan ekonomi itu, dilaksanakan di Desa Sigapiton, Kecamatan Ajibata, Kabupaten Toba Samosir, Sumatera Utara.

Kepala Departemen Regional I Bank Indonesia, Suhaedi menyatakan, Danau Toba bukan hanya sekedar kawasan pariwisata, tetapi juga dapat menjadi kawasan ekonomi terpadu. Untuk itu, Bank Indonesia dibutuhkan kehadirannya, guna memulai perencanaan pengembangan kawasan Wisata Danau Toba. Jika kawasan Wisata Danau Toba maju, maka ekonominya, pertaniannya, UMKM-nya dan masyarakatnya, juga akan maju secara keseluruhan. Itu yang kita harapkan melalui program ini.

Propinsi Sumut seharusnya dapat menjadi motor perekonomian untuk Pulau Sumatera, secara keseluruhan. Namun Suhaedi menilai, dalam beberapa tahun terakhir, propinsi Sumut memiliki pertumbuhan ekonomi yang masih belum dioptimalkan. Dengan berbagai program dan rencana yang akan dilaksanakan bersama BPODT, harapan kita Sumut secara khusus pertumbuhan ekonominya tidak lagi berada di bawah pertumbuhan nasional. Serta mampu mendorong perekonomian propinsi-propinsi sekitar.

Direktur BPODT Arie Prasetyo menerangkan, salahsatu program yang sedang dan akan berjalan bersama BI adalah terkait pengembangan ekonomi dalam hal komoditas pertanian, diantaranya bawang merah. Sebagai tindaklanjut, akhir pekan Jumat 16 November 2018, telah dilaksanakan penanaman benih bawang merah di Desa Sigapiton, Kecamatan Ajibata, Samosir.

Desa Sigapiton dulunya menjadi salahsatu Desa yang terkenal, sebagai penghasil bawang merah di kawasan Danau Toba. Untuk membangkitkan ekonomi lokal, kita merangkul BI dengan program CSR mereka untuk membantu dan melatih para petani lokal, agar lebih giat kembali menanam bawang merah. Dalam waktu beberapa bulan ke depan, ekonomi Desa Sigapiton dapat menjadi produktif kembali. Desa tersebut dapat diperhitungkan kembali menjadi salahsatu penghasil bawang merah dan berbagai komoditas, seperti kopi yang berkualitas di Kawasan Danau Toba.

Selain bawang merah, di Desa Sigipiton juga terdapat pertanian beras dan kopi yang cukup bagus. Seperti diketahui, kopi adalah komoditas yang juga dapat menarik potensi wisatawan lokal dan mancanegara. Terkait wisatawan mancanegara, trennya saat ini wisatawan mancanegara lebih ingin tinggal dan menikmati suasana di Desa. Bahkan, ada beberapa kegiatan sukarela dari wisatawan mancanegara untuk mengajarkan bahasa Inggris di Desa-Desa. Untuk itu, salahsatu fokus pihak BPODT, yakni membuat para wisatawan lebih betah tinggal di Desa. Harapannya dapat memberikan mamfaat ekonomi langsung bagi masyarakat setempat.

Untuk mensosialisasikan Destinasi Danau Toba, BOPDT menggelar Lake Toba Culture Week, Ajang Promosi Destinasi Danau Toba di Kuala Lumpur International Airport. BPODT Kementerian Pariwisata, menggelar kegiatan promosi Destinasi Danau Toba di Departure Hall Level 3, Kuala Lumpur International Airport. Kegiatan itu berlangsung 9-13 November 2018, bertujuan meningkatkan awareness wisatawan terhadap destinasi Danau Toba.

Selama 5 hari, booth yang diisi oleh pameran khas Sumatera Utara, khususnya Budaya Batak dan turut menampilkan tarian budaya lokal khas Tapanuli. Saat ini, Malaysia menempati urutan kedua dari 16, fokus pasar utama Indonesia penyumbang perolehan kunjungan wisman. Bagi Kawasan Pariwisata Danau Toba, Malaysia adalah negara pasar utama yang menempati posisi sebagai pasar terbesar asal wisman. Sehingga, perlu perhatian khusus dalam mengembangkan promosi dan pemasaran, guna meningkatkan kunjungan wisman asal Malaysia.

Kegiatan Culture Week itu, terlihat disambut positif oleh pengunjung yang mendekati booth pameran. Acaranya berlangsung meriah, khususnya akhir Minggu. Pengunjung banyak yang datang mendekat ke pusat informasi pariwisata atau mereka berkerumun menikmati musik dan tarian khas Tapanuli yang khusus didatangkan langsung dari sanggar-sanggar tari di Kawasan Danau Toba.

Kegiatan promosi itu dirasakan sangat penting untuk meningkatkan awareness wisatawan terhadap destinasi Danau Toba, dalam rangka pendukungan penerbangan internasional Air Asia Rute DTB – KL yang sudah dimulai 28 Oktober 2018 yang lalu. Penerbangan dengan schedule 4 kali dalam seminggu, menjadi aspek koneksi yang harus dimanfaatkan secara maksimal oleh penggiat pariwisata, khususnya Destinasi Danau Toba.

BPODT bersama Kementerian Pariwisata, mengajak pihak-pihak seperti Pemerintah Daerah dan stakeeholders, guna menggiatkan promosi seperti ini di luar negeri. Alhasil, branding Danau Toba bisa diketahui oleh negeri tetangga kita ini. Pekerjaan besar untuk bersama-sama membangun pariwisata Danau Toba, baik dari sisi Konektifitas, Infrastuktur dan Daya Tarik Destinasi.

Proyeksi UNWTO yang dituangkan dalam UNWTO’s Tourism 2020 Vision, menunjukkan prospek perkembangan sektor pariwisata di masa depan sangat cerah dan menjanjikan. Sebab pada tahun 2020, jumlah kunjungan wisatawan international diperkirakan akan mencapai lebih dari 1,56 milyar. Dari jumlah tersebut, sebanyak 397 juta wisatawan atau sekitar 25%-nya, akan mengalir ke kawasan Asia Pasifik.

Indonesia harus berusaha keras merebut pasar di dunia pariwisata internasional, terutama di kawasan Asia Pasifik, dalam rangka mencapai target pariwisata nasional, yaitu 20 juta kunjungan wisatawan mancanegara. Dan 275 juta perjalanan wisatawan nusantara, di tahun 2019. Di sisi lain, Danau Toba sebagai salahsatu dari 10 Destinasi Wisata Prioritas, juga harus “bersaing” dengan destinasi prioritas lain dan seluruh destinasi wisata di Indonesia untuk merebut pasar wisman.

Sebagai Badan yang melakukan fungsi fasilitasi dan koordinasi pengembangan kepariwisataan di Kawasan Danau Toba, BPODT perlu melakukan berbagai terobosan sebagai upaya percepatan pengembangan Kawasan Pariwisata Danau Toba dari berbagai sisi. Dari sisi promosi dan pemasaran, Lake Toba Cultura Week 2018 dan kegiatan-kegiatan sejenis lainnya, akan terus dilakukan sebagai bentuk sosialisasi pengembangan atraksi, aksesibilitas dan akomodasi (3A) di Kawasan Danau Toba. Alhasil, mampu bersaing dengan destinasi lain di Indonesia dan region Asia Tenggara, dalam menarik wisatawan untuk berkunjung.

Untuk informasi kegiatan Pertunjukan Musik dan Tarian di Kegiatan Cultura Week 2018 itu, dibagi menjadi dua sesi, yaitu sesi siang (11.00-12.30) dan sesi sore (15.30-17.00). Setiap sesi akan mengangkat seni dan budaya Batak yang hidup dan berkembang di Kawasan Danau Toba melalui penampilan tari-tarian tradisonal, lagu-lagu daerah, musik tradisional serta seni tenun Ulos yang merupakan kain tradisional Batak.

Dalam kesempatan itu BPODT menggandeng Sanggar Dolok Sipiak dari Parapat, Kabupaten Simalungun, yang mengirimkan delegasi keseniannya sebagai tindaklanjut dari pembinaan sanggar-sanggar seni di Kawasan yang telah dilaksanakan oleh BPODT melalui dukungan pementasan berjadwal di beberapa titik di Kawasan Danau Toba.

Direktur Pemasaran Pariwisata BPODT, Basar Simanjuntak menyatakan, sanggar-sanggar seni yang tampil selama acara itu adalah sanggar-sanggar yang telah mereka bina dan di support pengembangannya, di kawasan Danau Toba. Dan sampai saat ini, menjadi salahsatu kegiatan positif anak-anak muda penggiat seni yang diinisiasi oleh BPODT dengan komunitas lokal.

Sampai saat ini, ada dua sanggar tari yang bekerjasama dengan BPODT Kementerian Pariwisata, yaitu di Kawasan Pantai Situngkir Samosir dan di Kawasan Dolok Sipiak Parapat. Pementasan berjadwal yang dilakukan sekali seminggu setiap akhir pekan, sudah berlangsung selama 7 bulan.

Selain kegiatan pentas seni budaya, dilakukan juga pemutaran video promosi serta pembukaan information desk yang akan memberikan pelayanan informasi pariwisata di Kawasan Danau Toba. Pembagian brosur, booklet dan video promosi beserta merchandise juga dilakukan oleh staf-staf pendamping di information desk itu kepada pengunjung yang tertarik lebih jauh ke Destinasi Danau Toba.

Baca Juga: Saatnya Anak Muda Bangkit Bersama untuk Indonesia Bersama Astra

(ren)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini