Mengenal Gendang Beleq, Kesenian Lombok yang Punya Ritual Khusus Sebelum Tampil

Muhammad Sukardi, Jurnalis · Sabtu 24 November 2018 21:34 WIB
https: img.okezone.com content 2018 11 24 406 1982330 mengenal-gendang-beleq-kesenian-lombok-yang-punya-ritual-khusus-sebelum-tampil-dMdxj1Uoxw.jpg Gendang Beleq. (Foto: Okezone/Ardi)

BERKUNJUNG ke Lombok, kurang lengkap rasanya jika tidak menyaksikan kesenian Gendang Beleq. Tradisi asli suku Sasak ini sudah ada sejak zaman dulu dan masih bertahan hingga sekarang.

Gendang Beleq ini dulunya ditampilkan untuk menyambut kembali warga Lombok yang ikut berperang, namun kini kesenian yang bisa dimainkan hingga 40 orang bahkan lebih tersebut dipertunjukkan untuk acara pernikahan, khitanan, atau acara momentum yang ada di Lombok.

Bicara mengenai kesenian tradisional, rasanya tidak akan jauh-jauh dari ritual sebelum dimainkan. Hal ini ternyata juga berlaku untuk Gendang Beleq. Dijelaskan Ketua Gendang Beleq Keluarga Rahayu, Lombok Utara, Jatriyadi, orang Lombok percaya bahwa semua alat musik yang dimainkan di Gendang Beleq punya "penjaganya".

Baca Juga: 5 Artis yang Mantap Berhijab di 2018, Cantiknya Masya Allah

Makanya, yang namanya ritual sebelum "show" itu benar adanya. Ya, sekali pun Jatriyadi juga menekankan bahwa kepercayaan pada Tuhan menjadi pegangan utamanya.

"Jadi, sebelum para anggota memainkan Gendang Beleq, kita taburi bunga dan berdoa bersama di dekat alat musiknya. Doanya tetap kepada Tuhan, tapi kita juga minta izin ke yang "punya" alat musik ini," ucapnya pada Okezone di Mola-Mola Resort Gili Air Lombok, Pulau Gili Air, Lombok.

Jatriyadi menuturkan bahwa pernah suatu ketika salah satu anggotanya tidak ikut hadir dalam agenda "minta izin" tersebut. Lalu, kejadian aneh pun terjadi. "Pernah suatu ketika salah satu anggota nggak ikut (minta izin, Red), eh tiba-tiba perutnya sakit dan itu aneh banget," tambahnya.

Baca Juga: 5 Cara agar Tubuh Fit Tanpa Menghabiskan Banyak Uang

Bahkan, hal-hal aneh yang pernah terjadi selain itu ialah beberapa alat musik yang tidak mudah pecah, tiba-tiba pecah. Pemukul gendang yang rasanya tidak mungkin pecah saja tiba-tiba becah. "Jadi, percaya nggak percaya kita tahu memang minta izin itu jadi penting, tapi tetap minta restunya sama Tuhan," ujar dia.

Jatriyadi menambahkan, karena para pemain Gendang Beleq kelompoknya semuanya Muslim, ritual lain yang biasa dilakukan adalah menghanturkan doa dan membaca surah al-fatihah sebelum tampil. "Ini penting karena keyakinan kita Islam dan Allah SWT pasti akan bersama kita dalam setiap langkah," tuturnya lantas tersenyum.

(mrt)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini