Khawatir Pesawat yang Ditumpangi Tidak Layak Terbang? Ini Penjelasannya dari Vlog Pilot Vincent Raditya

Leonardus Selwyn Kangsaputra, Jurnalis · Senin 03 Desember 2018 09:00 WIB
https: img.okezone.com content 2018 12 03 406 1985946 khawatir-pesawat-yang-ditumpangi-tidak-layak-terbang-ini-penjelasannya-dari-vlog-pilot-vincent-raditya-c5r2ClEC7W.jpg Pesawat Terbang (Foto: Pixabay)

SEJAK insiden jatuhnya pesawat Lion Air dengan kode penerbangan JT610 di Tanjung Kerawang, banyak masyarakat yang berasumsi bahwa pesawat tidak layak terbang. Tentunya pernyataan ini membuat para pengguna transportasi pesawat sekaligus para traveler menjadi was-was ketika hendak bepergian.

Tentunya banyak masyarakat bertanya bagaimana sebuah maskapai bisa menentukan pesawat layak terbang atau tidak. Pasalnya beberapa masyarakat kerap menerka bahwa beberapa kejadian kecelakaan pesawat disebabkan karena tidak memenuhi prosedur layak terbang.

Menganggapi masalah ini, kapten pilot Batik Air, Vincent Raditya, menjelaskan bawah pesawat memiliki beberapa dokumen yang bisa menentukan kelayakan pesawat. salah satunya adalah Airworthiness Certificate.

Baca juga: Cara Mengembalikan Keseimbangan pH dalam Tubuh

“Intinya sebuah pesawat dinyatakan layak terbang, ketika pesawat ini memiliki Airworthiness Certificate. Sertifikat ini akan diberikan oleh regulator. Inilah yang dijaga oleh seorang pilot ketika ia datang ke pesawat. Mereka akan melihat sertifikat Airworthiness yang biasa disingkat dengan CoA. Setelah itu pilot akan memeriksa Certificate of Registration (CoR) atau diibaratkan seperti Surat Tanda Nomor Kendaraan Wajib (STNK) milik pesawat,” tutur Kapten Vincent, dalam video yang diunggah ke akun Youtubenya.

Baca juga: Peneliti Sebut Olahraga Lari sebagai Pilihan Kalau Ingin Awet Muda

Menurut Kapten Vincent, dua dokumen utama itu harus dicek dan merupakan aspek yang harus diperiksa pilot sebelum preflight. Tentunya tidak mudah untuk mendapatkan CoA. Maskapai harus apply ke perhubungan, mereka akan memberikan CoA dan wajib digunakan oleh semua pesawat.

Jika sebuah pesawat dicabut tidak ada CoA, berarti mereka sudah dinyatakan tidak airworthy (tak layak terbang). Jika pesawat ini sudah tidak airworthy maka tidak boleh digunakan. Namun, jika pesawat masih memiliki CoA pihak maskapai juga harus menjaga maintenance pesawat agar tetap airworthy. Pasalnya airworthiness ini dapat dicabut dari pihak regulator bila pesawat itu bermasalah.

“Jika pesawat ini tidak sehat unworthy sudah pasti pesawat tersebut tidak dapat terbang. Pilot akan memeriksa kondisi fisik pesawat terlebih dahulu. Dilanjutkan masuk ke dalam pesawat untuk mengecek CoA-nya serta dokumen pendukung lainnya. Selanjutnya pilot akan memeriksa lookbook pesawat, di dalam lookbook pesawat ada maintenance report. Apapun keluhannya seperti rusak semuanya akan ditulis di dalamnya,” lanjutnya.

Kapten Vincent menyatakan bahwa semua masalah yang sudah ditulis di lookbook, harus mendapat balasan di sebelah kanannya, petugas wajib untuk mengecek. Ketika ada tulisan di lookbook pesawat, maka pilot harus memeriksa apakah masalahnya besar atau tidak. Jika belum ada balasan, maka pesawat tidak bisa terbang.

Sebenarnya pesawat bisa terbang dengan beberapa item kerusakan yang sudah dituliskan oleh perusahaan. Tapi bukan berarti pesawat bisa diterbangkan dengan berbagai macam kerusakan. Ada beberapa kerusakan kecil dan setiap kerusakan memiliki konsekuensi tersendiri.

“Jika memang kerusakannya penting, maka teknisi akan mereplacenya. Jika sudah diganti, dan pesawat sudah dinyatakan layak terbang, semua dikembalikan lagi kepada sang pilot. Nanti pilot akan menilai pesawat tersebut layak terbang atau tidak. Pilot akan turun dan memeriksa semua eksterior dan sistem pesawatnya. Jika semua sudah oke pilotlah yang akan menentukan apakah pesawat akan terbang atau tidak,” tutupnya.

So, bagi para travellers mulai sekarang jangan panik untuk menggunakan pesawat terbang. Setiap maskapai memiliki prosedur yang wajib dilakukan untuk memastikan sebuah pesawat layak terbang atau tidak.

(ren)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini