Share

Libur Natal & Tahun Baru, Wisatawan Lawang Sewu Bakal Tembus 1 Juta

Taufik Budi, Jurnalis · Jum'at 21 Desember 2018 21:45 WIB
https: img.okezone.com content 2018 12 21 406 1994554 libur-natal-tahun-baru-wisatawan-lawang-sewu-bakal-tembus-1-juta-VPK3JPCCXW.jpg Lawang Sewu saat libur Natal (Foto:Taufikbudi/Okezone)
ย 

PENGUNJUNG Museum Lawang Sewu Semarang pada masa libur Natal dan Tahun Baru ini dipastikan akan menembus angka satu juta. Jumlah tersebut menunjukan tren kenaikan dalam kurun waktu lima tahun mencapai dua kali lipat.

Berdasarkan data, pengunjung Museum Lawang Sewu dalam kurun lima tahun terakhir yakni pada 2014 sebanyak 483.068 orang, 2015 sebanyak 688.995 orang, 2016 sebanyak 861.918 orang, dan 2017 sebanyak 933.945 orang. Sementara pada 2018, sejak 1 Januari -20 Desember sebanyak 966.572 orang.

โ€œBisa dipastikan angka 1 juta pengunjung Lawang Sewu, akan terjadi pada akhir minggu ketiga pada Desember 2018 ini. Raihan prestasi ini, berkat usaha PT KAI melakukan berbagai upaya mulai dari proses renovasi, revitalisasi hingga program promosi di Museum Lawang Sewu selama ini,โ€ ujar Manager Humas PT KAI Daop 4 Semarang, Suprapto, Jumat (21/12/2018).

Sekadar diketahui, Lawang Sewu dibangun pada 27 Februari 1904 dengan nama lain Het Hoofdkantor van de Nederlands-Indische Spoorweg Maatschappij (Kantor Pusat NIS). Awalnya, kegiatan administrasi perkantoran dilakukan di Stasiun Semarang Gudang (Samarang NIS).

Namun dengan berkembangnya jalur jaringan kereta, mengakibatkan bertambahnya personel teknis dan tenaga administrasi yang tidak sedikit, seiring berkembangnya administrasi perkantoran. Akibatnya kantor NIS di Stasiun Samarang NIS tidak lagi memadai.

ย 

Berbagai solusi dilakukan NIS antara lain menyewa beberapa bangunan milik perseorangan sebagai solusi sementara yang justru menambah tidak efisien. Apalagi letak stasiun Samarang NIS berada di dekat rawa sehingga sanitasi dan kesehatan pun menjadi pertimbangan penting.

ย 

Maka, diusulkanlah alternatif lain yaitu membangun kantor administrasi di lokasi baru. Pilihan jatuh ke lahan yang pada masa itu berada di pinggir kota berdekatan dengan kediaman Residen. Letaknya di ujung Bodjongweg Semarang (sekarang Jalan Pemuda), di sudut pertemuan Bodjongweg dan Samarang naar Kendalweg (jalan raya menuju Kendal).

NIS mempercayakan rancangan gedung Kantor Pusat NIS di Semarang kepada Prof. Jacob F. Klinkhamer (TH Delft) dan B.J. Quendag, arsitek yang berdomisili di Amsterdam. Seluruh proses perancangan dilakukan di Belanda, baru kemudian gambar-gambar dibawa ke Kota Semarang.

Melihat dari cetak biru Lawang Sewu tertulis bahwa site plan dan denah bangunan ini telah digambar di Amsterdam pada 1903. Begitu pula kelengkapan gambar kerjanya dibuat dan ditandatangani di Amsterdam tahun 1903. Bangunan Lawang Sewu mulai dibangun pada 1904, dan selesai pada 1907.

Bangunan kuno dan megah berlantai dua ini setelah kemerdekaan dipakai sebagai kantor Djawatan Kereta Api Repoeblik Indonesia (DKARI) atau sekarang PT Kereta Api Indonesia. Selain itu pernah dipakai sebagai Kantor Badan Prasarana Komando Daerah Militer (Kodam IV/Diponegoro) dan Kantor Wilayah (Kanwil) Kementerian PerhubunganJawa Tengah.

Pada masa perjuangan gedung ini memiliki catatan sejarah tersendiri yaitu ketika berlangsung peristiwa Pertempuran Lima Hari di Semarang (14 - 19 Oktober 1945). Gedung tua ini menjadi lokasi pertempuran yang hebat antara pemuda AMKA atau Angkatan Muda Kereta Api melawan Kempetai dan Kidobutai, Jepang. Maka dari itu Pemerintah Kota Semarang dengan Surat Keputusan Wali Kota Nomor. 650/50/1992, memasukkan Lawang Sewu sebagai salah satu dari 102 bangunan kuno atau bersejarah di Kota Semarang yang patut dilindungi.

"Museum Lawang Sewu menjelma menjadi tempat destinasi menarik, dan bisa lepas dari image kumuhnya. Penampilan tata cahaya pada malam hari, semakin membuat wajah Museum Lawang Sewu semakin cantik dan anggun. Sehingga tidak heran, apabila banyak muda-mudi menjadikan Museum Lawang Sewu sebagai spot photo favorit, dan langsung diunggah menghiasi akun-akun medsosnya," tukas dia.

Guna menghubungkan tempat - tempat wisata di wilayah Jawa Tengah, pada 1 Desember 2018, PT KAI telah meluncurkan layanan KA Joglosemarkerto yang operasionalnya mengelilingi kota-kota di Jawa Tengah seperti Semarang, Pekalongan, Tegal, Purwokerto, Kroya, Kutoarjo, Yogyakarta dan Solo.

ย 

Kehadiran KA Joglosemarkerto ini diharapkan bisa meningkatkan animo wisatawan yang telah mengunjungi tempat wisata di bagian selatan Jawa Tengah, bisa tertarik juga mengunjungi tempat wisata di bagian utara Jawa Tengah seperti Museum Lawang Sewu.

"Diharapkan dengan kerja sama dari seluruh stakeholders di wilayah Kota Semarang, jumlah pengunjung tempat wisata Lawang sewu ini akan terus dapat meningkat,โ€ pungkasnya.

(ndr)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini