Lihat Pesona Bukit Tuamese, Raja Ampatnya NTT?

Utami Evi Riyani, Jurnalis · Senin 18 Februari 2019 11:30 WIB
https: img.okezone.com content 2019 02 18 406 2019461 lihat-pesona-bukit-tuamese-raja-ampatnya-ntt-2F8Zt5UsH4.jfif Bukit Tuamese di NTT (Foto: Biro Komblik Kemenpar)

NUSA Tenggara Timur (NTT) dikenal sebagai salah satu destinasi yang eksotik. Salah satu yang paling populer adalah Labuan Bajo.

Namun tidak hanya kawasan Labuan Bajo dan Taman Nasional Komodo saja yang menawarkan keindahan alam luar biasa. Adalah Bukit Tuamese, tempat di mana Anda bisa melihat indahnya alam NTT yang berbeda dari biasanya. Bahkan, ada yang menyebutnya sebagai Raja Ampatnya NTT,

Meski belum banyak yang mengenalnya, bukit yang berada di Desa Tuamese, Kecamatan Biboki Anleu, Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU) itu memiliki panorama yang tak kalah dengan Wayag di Raja Ampat atau pulau Padar di Labuan Bajo.

Bahkan, ada yang menyebutnya sebagai Raja Ampatnya NTT,

 Baca Juga: Curhat Ani Yudhoyono Pasca-Divonis Kanker Darah, Bikin Mewek Bacanya

Di puncak bukit itu siapapun bisa melihat hamparan tambak yang berubah layaknya danau. Di sisi sebelah Barat, birunya laut membentang sejauh mata memandang, dipadu dengan hijaunya vegetasi dari pohon lontar di pesisir pantai.

Untuk sampai ke puncak bukit, Anda hanya perlu mendakinya setinggi 200 meter. Namun, Anda harus berhati-hati karena jalur trekkingnya curam dan berpasir. Sebab, di lokasi tersebut belum tersedia infrastruktur tangga seperti di Pulau Padar.

 Sebab, di lokasi tersebut belum tersedia infrastruktur tangga seperti di Pulau Padar.

Keindahan Bukit Tuamese mulai populer di media sosial sejak dijadikan sebagai lokasi syuting film garapan sutradara dan aktor Ari Sihasale. Menggaet Pevita Pearce sebagai pemeran utama, membuat keindahan Bukit Tuamese semakin membuat orang penasaran.

Dikutip dari siaran pers Kementerian Pariwisata, Lokasi Tuamese sendiri dekat dengan Kota Atambua yang merupakan pusat kota dari Kabupaten Belu. Hanya dibutuhkan sekitar 1 jam perjalanan dari pusat kota Atambua. Jarak Tuamese juga relatif dekat dari negara tetangga Timor Leste.

 Baca Juga: Bukti Mama Mertua Tajir Melintir, Raffi Ahmad Dihadiahi Sepatu Rp 12 Juta!

Untuk menuju lokasi Tuamese, pengunjung bisa menyewa kendaraan roda empat dengan pengemudi asal Atambua, opsi itu menjadi pilihan yang tepat. Sebab dibutuhkan pengemudi berpengalaman dan paham medan agar waktu tak terbuang sia-sia lantaran salah jalan. Terlebih lokasi tersebut belum dikenali oleh aplikasi Google Maps.

  Terlebih lokasi tersebut belum dikenali oleh aplikasi Google Maps.

Jalur yang dilalui juga terbilang mulus meski masih ditemui beberapa jalan bebatuan. Pengunjung juga akan melewati bendungan Rotiklot yang baru rampung pengerjaannya. Sesampainya di daerah Ponu SP 1, desa terakhir sebelum sampai tujuan, lalu belok ke kanan menuju Bukit Tuamese.

Ada baiknya bertanya dan menyapa warga setempat di mana letak Bukit Tuamese. Jangan kaget dengan jawabannya, sebab warga setempat banyak yang menamainya Raja Ampat.

Sepanjang perjalanan dari Atambua, pengunjung harus berhati-hati dan waspada karena masih banyak hewan peliharaan warga seperti babi, anjing, dan sapi yang bebas berkeliaran melintasi jalanan.

 Jangan kaget dengan jawabannya, sebab warga setempat banyak yang menamainya Raja Ampat.

Waktu terbaik untuk ke Tuamese bisa dilakukan kapan saja sepanjang hari. Terlebih saat matahari terbenam. Sebelum mendaki, wisatawan biasanya dipandu dengan pemandu-pemandu cilik atau warga setempat. Mereka tidak meminta uang melainkan hanya menemani hingga ke atas. Karena jauh sebelum tempat itu dikenal banyak orang, di sanalah arena bermain anak-anak pedesaan itu.

Untuk menuju TTU, bisa menggunakan jalur melalui Atambua. Terdapat 2 penerbangan dari Kupang menuju Bandar Udara A. A. Bere Tallo. Penerbangan ke Atambua dilayani menggunakan pesawat ATR dari maskapai Wings Air pada pagi dan siang hari. Memang sampai saat ini belum ada penerbangan langsung dari Jakarta ke Atambua.

Jalur lain yang dapat digunakan sebagai alternatif yakni melalui jalan darat dari Kupang menuju Atambua dengan waktu perjalanan mencapai tujuh jam. Meski memakan waktu cukup lama, namun apa yang menanti Anda sepadan dengan perjalanan yang telah Anda lalui.

(mrt)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini