Gunung Bromo Erupsi, Masih Amankah untuk Berwisata?

Koran SINDO, Jurnalis · Kamis 21 Februari 2019 23:30 WIB
https: img.okezone.com content 2019 02 21 406 2021250 gunung-bromo-erupsi-masih-amakah-untuk-berwisata-0jHnfdr69j.jpg Wisata di gunung Bromo masih aman (Foto: Koransindo)

Kawah Gunung Bromo masih mengeluarkan asap putih tebal. Tetapi, sudah tidak disertai dengan semburan abu vulkanik seperti yang terjadi dalam dua hari terakhir.

Para wisatawan dan warga di kawasan tersebut juga masih dengan leluasa beraktivitas menikmati keindahan gunung dengan ketinggian 2.329 meter di atas permukaan laut (mdpl) tersebut.

“Mulai hari ini (Rabu, 20/2) sudah tidak muncul semburan abu vulkanik,” terang pelak sana tugas (Plt) Kepala Pos Pengamatan Gunung Apri Bromo, Pusat Vulkanologi dan Miti gasi Bencana Geologi (PVMBG), Wahyu Andrian Kusuma.

 BACA JUGA : Ini Pengganti Obat Kanker Usus Besar yang Tak Ditanggung JKN

Dia menyebutkan, semburanabu vulkanik terjadi selama dua hari, yakni Senin (18/2) hingga Selasa (19/2). Saat ini dari hasil pantauan visual masih muncul asap putih pekat yang keluar dari kawah.

 

Selain itu, juga tercium aroma belerang ringan. Wahyu menyebutkan, terjadi gempa tektonik jauh sebanyak delapan kali dengan amplitudo 3-30 mm. Durasinya selama 74-245 detik. “Untuk gempa tremor terekam dengan amplitudo 0,5-1 mm, dominan di 1 mm,” terangnya. Hingga saat ini tingkat aktivitas vulkanik Gunung Bromo berada pada status Waspada atau Level II.

Masyarakat dan wisatawan masih diper boleh kan untuk berwisata dengan radius aman 1 km dari kawah aktif Gunung Bromo. Para wisatawan juga diimbau untuk menyiapkan masker dan kacamata untuk berjaga-jaga terhadap ada hujan abu vulkanik yang bisa mengganggu pernafasan dan bisa menyebabkan iritasi pada mata.

Gunung Bromo, menurutnya, memiliki karakteristik kegempaannya dominan tremor. Apabila terjadi erupsi, material vulkaniknya dominan abu, lapili atau kerikil, dan bom vulkanik atau lava pijar. “Gunung Bromo selama ini tidak mengeluarkan awan panas karena tipenya kaldera. Ber beda dengan Gunung Merapi atau Gunung Gamalama yang mengeluarkan awan panas,” terangnya. Menurutnya, berdasarkan kejadian-kejadian sebelumnya, dampak letusan Gunung Bromo adalah terganggunya tanaman pertanian milik para petani akibat terkena abu vulkanik.

Sementara masyarakat di wi layah Gunung Bromo belum me rasakan ada dampak yang di timbulkan akibat erupsi gunung dengan pemandangan eksotis tersebut. Belum ada dampak yang dirasakan warga juga dibenarkan oleh Kepala Sek si Pembangunan Desa Nga direjo, Kecamatan Sukapura, Kabupaten Probolinggo, Edi Wardoyo.

 BACA JUGA : Ani Yudhoyono Pakai Seragam Tentara, Netizen : "Ayune Jenengan"

Menurutnya, erupsi Gunung Bromo tidak berdampak pada masyarakat. Kondisi yang sama juga dirasakannya ber sama warga saat terjadi erupsi Gunung Bromo pada 2010, 2011, 2015, dan 2016. Warga masih beraktivitas seperti biasa. Mereka bercocok tanam di ladang tanpa ter penga ruh oleh erupsi tersebut.

(dno)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini