Sejarah Tari Ronggeng Bugis, Alat Mata-matai Kerajaan Pajajaran

Fathnur Rohman, Jurnalis · Senin 18 Maret 2019 02:45 WIB
https: img.okezone.com content 2019 03 18 406 2031347 sejarah-tari-ronggeng-bugis-alat-mata-matai-kerajaan-pajajaran-CE3gQ7TIjB.jpg Sejarah tari ronggeng bugis (Foto:Rohman/Okezone)

BANYAK sekali warisan budaya yang dimiliki Kota Cirebon. Salah satunya adalah kesenian tari tradisional yang bernama Tari Ronggeng Bugis, atau Tari Telik Sandi.

Sepintas, jika dilihat dari namanya, mungkin kita akan mengira kalau tarian tersebut berasal dari suku Bugis, di Sulawesi Selatan. Namun nyatanya, tarian ini asli berasal dari Cirebon.

Salah satu pelaku seni di Cirebon, Ikhwan mengatakan, tari Ronggeng Bugis adalah jenis tarian dengan unsur komedi, yang dimainkan oleh satu atau beberapa penari laki-laki yang menggunakan busana perempuan. Biasanya mereka akan mengenakan busana mirip badut, supaya bisa memancing gelak tawa dari para penonton.

“Tari Ronggeng Bugis ini salah satu dari banyaknya tarian tradisional yang ada di Jawa Barat,” ujarnya, Sabtu (16/3/2019).

 Baca Juga:

Hati-Hati, Air Kemasan Dibuka Lebih dari Sejam Bisa Berbahaya!

Model Seksi Rela Pantatnya Digigit Ronaldo, Intip 5 Posenya yang Menggoda Iman

Ia menjelaskan, nama tarian tersebut berasal dari dua suku kata, yakni Ronggeng dan Bugis. Kata Ronggeng sendiri memiliki makna sebagai penari perempuan. Sedangkan kata Bugis adalah nama dari salah satu suku di Sulawesi Selatan.

 

Menurut sejarahnya kata Ikhwan, kala itu Sunan Gunung Jati membentuk sebuah kelompok yang diberi nama Pasukan Telik Sandi. Pasukan tersebut bertugas untuk memata-matai wilayah Pajajaran, dengan cara melakukan penyamaran sebagai seorang penari ronggeng, yang dilakukan oleh orang Bugis di Cirebon.

"Dari penyamaran itu munculah Tarian Ronggeng Bugis, yang semua penarinya adalah laki-laki," tambahnya.

Ikhwan sendiri mengaku, saat ini tarian tersebut sudah menjadi salah satu pertunjukkan rakyat yang sangat menghibur. Namun sayangnya, tarian ini tidak banyak diketahui oleh masyarakat.

“Sekarang tarian ini menjadi seni pertunjukkan rakyat yang sangat menghibur.Tapi sayangnya, belum terlalu dikenal oleh masyarakat," pungkasnya.

(ndr)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini