Dari Pelajar hingga Geng Motor Lakukan Tarian Perang Haka di Lokasi Teror Selandia Baru, Apa Artinya?

Muhammad Sukardi, Jurnalis · Kamis 21 Maret 2019 17:30 WIB
https: img.okezone.com content 2019 03 21 406 2033129 dari-pelajar-hingga-geng-motor-lakukan-tarian-perang-haka-di-lokasi-teror-new-zeland-apa-artinya-IxLAP0Wj46.jpg Ilustrasi Haka Dance. (Foto: Reuters)

AKSI teror kini menyerang salah satu kota di Selandia Baru, Christchurch. Kali ini, sasarannya adalah para umat muslim yang tengah beribadah di dua Masjid, pertama adalah Al-Noor di Deans Avenue dan kedua di Linwood Avenue. Akibatnya, dalam serangan tersebut 50 orang meninggal.

Aksi teror ini pun mendapat kecaman dari banyak kalangan. Para tokoh agama dan pegiat masyarakat sipil juga mengecam sekeras-kerasnya tindak teror ini. Mereka percaya bahwa tindakan ini berlawanan dengan doktrin dan ajaran moral yang dititahkan dalam semua agama dan kepercayaan.

Bahkan, warga Selandia Baru pun mengecam aksi teror tersebut. Oleh karena itu, guna menghormati para korban penembakan tersebut mereka melakukan tarian perang haka, sebagai penghormatan kepada para korban penembakan di masjid di Christchurch.

Ketika pemakaman pertama untuk 50 orang korban tersebut dilakukan berbagai kalangan dari murid sekolah hingga geng motor melakukan tarian upacara Maori di Christchurch.

Baca Juga: Viral Gadis Seksi Penjual Durian, Jadi Mau Ngeborong?

Image result for new zealand haka

Para siswa dari Sekolah Menengah Christchurch dan anggota geng motor Mangu Kaha Aotearoa berkumpul di luar masjid untuk menampilkan tarian tradisional tersebut, guna menghormati mereka yang terbunuh.

Memang, tarian ini digunakan sebelum memulai pertempuran, menurut mitologi Maori, haka adalah perayaan kehidupan dan juga dilakukan sebagai tanda penghormatan pada pemakaman. Tarian ini memang cukup populer, seni pertunjukan Kapa haka bisa ditemukan di banyak sekolah di Selandia Baru.

Para korban termasuk warga Selandia Baru, migran dan pengungsi, dari negara-negara termasuk Pakistan, Bangladesh, India, Turki, Kuwait dan Somalia.

Pelakunya, Brenton Tarrant, 28, asal Australia adalah seorang supremasi kulit putih yang tinggal di Dunedin, di Pulau Selatan Selandia Baru. Dia didakwa dengan pembunuhan sehari setelah penembakan tersebut.

Baca Juga:  Cerita Penumpang Ojol Pria jika Dapat Driver Wanita, Pernah Ngalamin Gak?

Agar tindakan ini tidak ditiru, Perdana Menteri Selandia Baru Jacinda Ardern bersumpah untuk tidak pernah menyebut, menunjukkan atau memberikan pemberitaan pada teroris. Karena dia menganggap teroris tidak punya tempat di Selandia Baru. Bahkan, saat berpidato di parlemen negara, dia membuka dengan ucapan Assalamualaikum.

"Saya lebih ingin membicarakan mereka yang tewas daripada siapa yang pembunuhnya. Dia adalah seorang teroris, penjahat, seorang ekstremis, tetapi buat saya, dia bukan siapa-siapa, hanyalah orang tanpa nama," katanya sperti dilansir dari euronews.

(mrt)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini