Ribuan Orang Hadiri Ritual Labuhan Merapi

Koran SINDO, Jurnalis · Senin 08 April 2019 11:26 WIB
https: img.okezone.com content 2019 04 08 406 2040443 ribuan-orang-hadiri-ritual-labuhan-merapi-V57hU65kSJ.jpg

Uba rampe yang terdiri atas Sinjang Cangkring, Sinjang Kawung Kemplang, Semekan Gadhung, Semekan Gadhung Mlathi, Semekan Bangun Tulak, Kampuh Poleng Ciut, Dhestar Dara Muluk, dan Paningset Udaraga masing-masing berjumlah satu lembar.

Sela (kemenyan), ratus (taburan menyan), dan liyah konyoh (minyak wangi), yatra tindhih (uang tindih) satu amplop, serta ses wangen (rokok harum) satu contong, dan kambil wathangan lalu digelar di atas altar labuhan.

Prosesi labuhan dilanjutkan dengan membakar sela ratus atau kemenyan. Ritual ini sebagai awal menghaturkan barang labuhan kepada Tuhan melalui penjaga Gunung Merapi, yaitu Empu Rama, Empu Ramadi, Gusti Panembahan Prabu Jagad (Sapujagad), Krincing Wesi, Branjang Kawat, Sapu Angin, Mbok Ageng Lambang Sari, Mbok Nyai Gadhung Mlati, dan Kyai Megantoto. 

Setelah itu dilakukan pembacaan doa yang dipimpin oleh pemuka agama. Mereka memanjatkan doa keselamatan, keamanan, kesejahteraan, dan ketenteraman wilayah DIY. Prosesi labuhan diakhiri dengan pembagian nasi berkat, lauk, dan jajanan pasar kepada abdi dalem dan masyarakat yang mengikuti prosesi.“Alhamdulillah, labuhan ini dapat berjalan dengan lancar,” ungkap Mas Asih seusai ritual Labuhan Merapi.

Baca Juga : Potret Messya Iskandar dalam Balutan Super Minim, Awas Gak Kuat Iman!

Selain di Gunung Merapi, labuhan dalam rangka hajat Ndalem Raja Keraton Yogyakarta ini juga digelar di Gunung Lawu, Karanganyar dan Tirtomoyo, Wonogiri, Jawa Tengah, serta Pantai Parangkusumo, Bantul. Untuk labuhan di Gunung Lawu dan Tirtomoyo, Wonogiri, waktunya bersamaan dengan di Gunung Merapi. Adapun di pantai Parangkusumo dilakukan sehari sebelumnya atau Sabtu (6/4).

(ful)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini