Klarifikasi Lion Air Soal Penumpang yang Ketinggalan Pesawat Setelah Protes Bagasi

Dimas Andhika Fikri, Jurnalis · Senin 29 April 2019 19:28 WIB
https: img.okezone.com content 2019 04 29 406 2049511 klarifikasi-lion-air-soal-penumpang-yang-ketinggalan-pesawat-setelah-protes-bagasi-q7OhOsdEOT.jpg Klarifikasi Lion Air soal penumpang ketinggalan pesawat

Beberapa hari lalu, masyarakat Indonesia dihebohkan oleh curhatan seorang penumpang maskapai pesawat Lion Air yang viral di media sosial. Ia merasa dirugikan olej pihak maskapai hanya karena sebuah kesalahpahaman yang berbuntut panjang mengenai bagasi.

Kejadian ini bermula ketika penumpang bernama Ariesa Sinaga menumpangi penerbangan nomor JT-911 dari Bandar Udara Internasional Husein Sastranegara, Bandung, Jawa Barat, menuju Bandar Udara Internasional Kualanamu, Sumatera Utara pukul 10.15 WIB.

Dalam postingan di Facebook, Esa menjelaskan bahwa ketika ia dan keluarganya akan menaiki pesawat, petugas bandara mempermasalahkan dua kantong plastik dan dua barang lain yang dia bawa.

Nah, yang membuat Ariesa kesal, petugas maskapai justru meminta agar setiap penumpang harus membawa barang-barang mereka masing-masing. Dalam arti lain, kedua anak kecil yang masih berusia 3.5 tahun itu juga harus membawa barang yang sangat berat. Perdebatan pun terjadi hingga mereka ketinggalan pesawat.

Baca Juga : Viral Curhatan Penumpang Lion Air Ditinggal Pesawat, Apa Sebabnya?

Menanggapi masalah tersebut, Danang Mandala Prihantoro selaku Corporate Communications Strategic of Lion Air, menjelaskan klarifikasi Lion Air terkait penanganan enam penumpang dan barang bawaan yang tidak dapat melanjutkan penerbangan JT-911.

"Saat proses check-in, penumpang melaporkan tiga bagasi tercatat total 30 kg dan empat bagasi kabin. Petugas layanan darat (ground handling) memberikan tanda label kuning (baggage tag) pada keempat barang bawaan tersebut," ujar Danang Mandala Prihantoro, sebagaimana dikutip dari siaran pers yang diterima Okezone, Senin (29/4/2019).

Lebih lanjut, Danang menjelaskan, ketika petugas layanan darat menjalankan penanganan (handle) berdasarkan hasil pengamatan (sweeping and profiling) terhadap barang bawaan/bagasi yang dibawa penumpang, petugas menemukan sembilan barang bawaan oleh penumpang dimaksud.

Berdasarkan kondisi ini, petugas sudah mengawali dengan menyampaikan permohonan maaf kemudian menginformasikan barang bawaan berjumlah sembilan melebihi batas yang sudah ditentukan untuk dibawa ke dalam kabin.

"Setiap penumpang kecuali bayi, diperbolehkan membawa satu bagasi kabin (cabin baggage) maksimum berat 7 kg dan satu barang pribadi (personal item) seperti tas laptop, perlengkapan bayi, bahan bacaan, kamera, tas jinjing wanita ke dalam kabin (hand carry)," terang Danang.

Kendati demikian, barang bawaan tersebut harus mengikuti aturan berlaku menurut maksimum dimensi bagasi kabin tidak lebih dari 40 cm x 30 cm x 20 cm. Kategori anak (child) usia 2- 12 tahun juga mempunyai jatah dan diperbolehkan membawa bagasi kabin menurut ukuran standar.

Dalam hal ini, barang bawaan yang menjadi hak anak bisa dibawa dam diwakilkan oleh pendamping atau jika anak bepergian tanpa pendamping dapat dibantu bawakan oleh petugas. Petugas Lion Air tidak meminta dan menyuruh penumpang kategori anak membawa bagasi sendiri.

Oleh karena itu petugas menyarankan barang bawaan lainnya agar didaftarkan sebagai bagasi tercatat (dibagasikan) ke dalam kompartemen bagasi pesawat, namun penumpang menolak atas informasi yang disampaikan petugas.

Situasi ini terjadi di ruang tunggu keberangkatan (waiting room), berlangsung cukup lama dan ketika waktu penumpang terakhir memasuki pesawat (final boarding). Petugas darat lainnya menginformasikan kepada kru pesawat, masih ada penumpang di ruang tunggu yang sedang menyelesaikan kapasitas barang bawaan.

"Dikarenakan waktu keberangkatan sudah sesuai, penumpang dimaksud tidak segera masuk ke pesawat dan pertimbangan upaya Lion Air menjaga kinerja ketepatan waktu, maka pilot sebagai person in command (PIC) memutuskan pesawat pada penerbangan JT-911 tutup pintu serta bersiap lepas landas," tukasnya.

(hel)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini