Visa Liburan Ditolak, Begini Caranya agar Uang Kembali

Dimas Andhika Fikri, Jurnalis · Selasa 02 Juli 2019 16:44 WIB
https: img.okezone.com content 2019 07 02 406 2073699 visa-liburan-ditolak-begini-caranya-agar-uang-kembali-9Du3pXBl53.jpg Ilustrasi (Foto: Guadeloupe)

Traveling ke luar negeri membutuhkan persiapan yang matang agar agenda liburan bisa berjalan lancar dan menyenangkan. Banyak hal yang menjadi 'daftar wajib' untuk dipersiapkan seperti, tiket pesawat, hotel, barang-barang bawaan, dan yang terpenting adalah kelengkapan dokumen-dokumen penting yang perlu dipersiapkan jauh hari sebelum keberangkatan. Salah satunya adalah visa.

Pengajuan visa menjadi hal penting bila Anda ingin mengunjungi negara yang belum mengakomodasi kebijakan bebas visa bagi WNI. Sayangnya, hingga saat ini kekuatan paspor Indonesia masih terbilang lemah.

Kekuatan paspor Indonesia masih lemah

Berdasarkan data yang dikeluarkan oleh Passport Index, Selasa (2/7/2019), hanya 81 negara yang bersedia memberi fasilitas bebas visa, visa-on-arrival, & eVisa, kepada WNI. Dari data tersebut, Indonesia berhak menduduk perigkat ke-56 secara global.

 Paspor

Namun perlu digarisbawahi bahwa, peringkat ini tidak terlalu berpengaruh pada kekuatan paspor suatu negara karena posisinya selalu naik turun. Indonesia juga masih kalah dari Thailand yang sudah berhasil mengumpulkan 85 poin.

Mengingat masih banyak negara-negara maju yang belum memberikan kebijakan bebas visa, para WNI harus melakukan pengajuan visa. Sayangnya proses ini juga memiliki risiko penolakan yang sering dikeluhkan oleh para wisatawan Nusantara (wisnus).

Padahal kebanyakan di antara mereka telah memenuhi seluruh dokumen yang dipersyaratkan oleh pihak kedutaan.

 Dokumen

Visa Refund Insurance

Berawal dari adanya risiko tersebut, salah satu broker asuransi online, Futuready.com, melakukan sebuah terobosan baru dengan meluncurkan produk Visa Refund Insurance pertama di Indonesia.

Menurut Oki Haridadi, selaku Head of Business Development Futuready, peluncuran produk berkonsep asuransi visa ini dipicu oleh tingginya animo masyarakat untuk berlibur ke luar negeri. Terutama generasi milenial. Ditambah lagi isu kenaikan tiket pesawat domestik yang menimbulkan dilema tersendiri di kalangan wisatawan.

"Dengan Visa Refund Insurance, nasabah dapat memaksimalkan benefit asuransi perjalanan yang tentunya mereka butuhkan di setiap perjalanan. Manfaat dari produk ini yaitu, akan memberikan pengembalian biaya pembuatan visa yang dikenakan oleh pihak kedutaan saat pengajuan visa ditolak," terang Oki Haridadi, saat ditemui Okezone di kawasan Jakarta Selatan.

Dalam kesempatan yang sama, Gretel Griselda selaku Segment Head Futuready Insurance Broker menjelaskan, tidak ada kriteria khusus bagi wisatawan yang ingin membeli premi asuransi ini.

"Intinya pengajuan visa mereka harus sudah diterima dulu oleh pihak kedutaan. Biasanya ada jeda waktu sebelum pengumuman visa ditolak atau diterima, di sinilah mereka bisa membeli Visa Refund Insurance," kata Griselda.

 Dokumen

Kalau nantinya visa ditolak, mereka berhak menerima pengembalian biaya pembuatan bisa yang dikenakan oleh pihak kedutaan sebesar 90%. Pengembalian biaya ini maksimal senilai Rp8 juta.

Visa Refund Insurance bisa diajukan oleh konsumen mulai dari usia 3 bulan sampai 80 tahun. Masa periodenya dimulai sejak tanggal pengajuan aplikasi visa ke kedutaan hingga tanggal penolakan dari pihak kedutaan, atau 90 hari dari pengajuan visa.

"Secara esensi produk asuransi ada untuk mentransfer risiko terhadap yang tertangguh. Sehingga orang itu punya peace of mind, khususnya untuk kasus visa rejection," tutup Griselda.

Bagi Anda yang tertarik membeli premi Visa Refund Insurance, bisa langsung mengunjungi website resmi futuready.com untuk informasi lebih lanjut.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini