Tari Thengul dari Bojonegoro Kini Jadi Warisan Budaya Tak Benda Indonesia

Pradita Ananda, Jurnalis · Rabu 21 Agustus 2019 17:00 WIB
https: img.okezone.com content 2019 08 21 406 2094805 tari-thengul-dari-bojonegoro-kini-jadi-warisan-budaya-tak-benda-indonesia-2FA3KW5PGP.jpeg Tari Thengul warisan budaya Indonesia tak benda (Foto: Istimewa)

WARISAN budaya Indonesia memang tidak terhitung jumlahnya. Namun di sisi lain, keragaman warisan kebudayaan yang sangat banyak ini tidak dipungkiri membuat sebagian masyarakat kurang begitu mengenal apa saja warisan kebudayaan yang ada.

Sebut saja perihal tarian daerah. Berapa banyak sih orang yang mengenal warisan budaya dari Jawa Timur, tepatnya Bojonegoro yakni tari Thengul? Jika dibandingkan tarian-tarian daerah yang lebih populer lain, misalnya tari Saman, Jaipong, Topeng, dan lain-lain.

 Tari Thengul

Tari Thengul sendiri merupakan tarian tradisional yang terinspirasi dari Wayang Thengul asal Bojonegoro, Jawa Timur. Tarian ini biasanya dipentaskan oleh penari secara berkelompok dengan gerakan, ekspresi, dan kostum yang menyerupai Wayang Thengul.

Seni tari ini hadir sebagai tarian kreasi yang diciptakan para seniman, juga sebagai wujud apresiasi dan upaya mengangkat kembali warisan budaya yang hampir tenggelam seiring dengan perkembangan zaman.

Well, setelah usaha keras akan menggiatkan tari Thengul menjadi salah satu ikon daerah yang dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten Bojonegoro, sekarang masyarakat Bojonegoro boleh berbangga hati.

 Tari Thengul

Pasalnya, seperti keterangan siaran media yang diterima Redaksi Okezone, Rabu (21/8/2019) dari Kabupaten Bojonegoro. Sekarang, diketahui bahwa Direktorat Jenderal Kebudayaan, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia telah menetapkan tarian Thengul dan Kesenian Sandur sebagai salah satu Warisan Budaya Tak Benda (WBTB) Indonesia.

Anna Muawanah, selaku Bupati Bojonegoro sendiri tidak memungkiri, untuk bisa mendapatkan hasil penetapan tari Thengul sebagai WBTB memang bukan pekerjaan rumah yang mudah.

“Menghidupkan kembali kesenian yang hampir tertimbun ini tidaklah mudah, apalagi untuk dijadikan sebagai ikon atau identitas sebuah daerah,” ungkap Anna.

Anna menambahkan, mengapa hal ini bukanlah pekerjaan yang mudah. Sebab pada dasarnya, hasil ini tidak akan bisa diraih jika hanya satu pihak saja yang mau berkomitmen untuk bekerja.

“Dibutuhkan komitmen bersama untuk menjaga dan melestarikan budaya dan kearifan lokal. Semangat Bojonegoro yang produktif harus selaras dan sinergi dengan tujuan bersama NKRI, yaitu SDM Unggul Indonesia Maju. Semangat ini akan terus kami gencarkan untuk mempromosikan Bojonegoro ke penjuru dunia melalui kampanye Pinarak Bojonegoro,” pungkasnya.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini