Heboh Awan Bentuk Caping di Gunung Merbabu, Fenomena Apa Ini?

Leonardus Selwyn Kangsaputra, Jurnalis · Kamis 03 Oktober 2019 15:38 WIB
https: img.okezone.com content 2019 10 03 406 2112448 heboh-awan-bentuk-caping-di-gunung-merbabu-fenomena-apa-ini-HqszdHT6oe.jpg Awan berbentuk caping di atas Gunung Merbabu. Foto: @andreaozziwar

DUNIA maya dihebohkan oleh beredarnya foto awan berbentuk caping di atas Gunung Merbabu, Jawa Tengah. Di beberapa akun sosial media disebutkan bahwa fenomena gunung bercaping tersebut terjadi pagi tadi, Kamis (3/10/2019).

Salah satu yang mengunggah foto caping Gunung Merbabu itu yakni akun Twitter @andreaozziwar. “Merapi Merbabu pagi ini,” demikian keterangan tertulis yang menyertai foto unggahannya.

Dalam foto tersebut memang terlihat awan putih yang besar, bentuknya mirip caping, dan berada persis di atas puncak Gunung Merbabu.

Sang pengunggah foto mengatakan bahwa malam sebelum fenomena langka ini terjadi, daerah Ampel Boyolali sempat gerimis. Kemudian cuaca berubah menjadi cerah berawan dan awan seperti yang terlihat di foto unggahannya.

“Ampel Boyolali tadi malam gerimis, terus paginya cerah berawan, apik tenan,” demikian ditulis akun @andreaozziwar.

Tak hanya akun @andreaozziwar, beberapa netizen lain juga turut mengunggah foto caping Gunung Merbabu. “Merapi Merbabu kalian kenapa?? Dari kemarin ngerasain gerah terus,” tulis akun @lidiaoktasari sambil menyertakan foto dari sudut berbeda.

Lebih lanjut netizen pun kini ramai-ramai mengomentari fenomena caping Gunung Merbabu itu. Sebagian besar menyampaikan pesan takjub.

“Keren... Awan nya itu looh,” demikian komentar @last_tanto.

“Merbabu capingan,” tulis @nung_03.

“Merbabu apa kabar?” tulis akun @radensatrioo.

Sementara itu perlu diketahui bahwa Gunung Merbabu bukan satu-satunya yang mengalami fenomena caping. Hal serupa juga pernah terjadi terhadap Gunung Lawu dan Gunung Slamet. Lalu fenomena alam apakah yanng dialami beberapa gunung tersebut?

Dilansir dari Solopos, ketika Gunung Slamet bertopi, Sutopo Purwo Nugroho yang menjabat sebagai Kepala Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengatakan awan berbentuk topi tersebut dikenal sebagai awan Lentikularis atau Altocumulus Lenticularis.

"Gunung Slamet bertopi. Puncak gunung tertutup awan jenis Lentikularis atau Altocumulus Lenticularis. Awan ini terbentuk akibat adanya pusaran angin di puncak," tulis Sutopo Purwo Nugroho pada Januari lalu.

"Ini fenomena alam biasa saja. Tidak usah dikaitkan dengan mistis & politik menjelang pemilu pilpres, DPD, DPR, DPRD," lanjutnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini