Bukan Rempah, Di Era Kolonialisme Bangsa Portugis Cari Batu Ambar dari Perut Ikan Paus

Dimas Andhika Fikri, Jurnalis · Kamis 10 Oktober 2019 20:00 WIB
https: img.okezone.com content 2019 10 10 406 2115386 bukan-rempah-di-era-kolonialisme-bangsa-portugis-cari-batu-ambar-dari-perut-ikan-paus-yEhIozzgNP.jpg Batu Ambar (Foto : Dok.Okezone)

Keistimewaan batu ambar

Bicara soal kelebihan batu ambar, Bona mengatakan bahwa batu ini memiliki aroma yang sangat harum. Bahkan bila dibakar secuil saja, aromanya akan tercium semerbak ketika tertiup angin.

Kendati demikian, tidak semua jenis ikan paus yang memiliki batu ambar. Hanya ada sekitar 14 jenis paus yang diketahui memiliki kemampuan untuk memproduksi batu tersebut, salah satunya paus sperma.

"Batu ini mengalami proses pembekuaan di tubuh ikan puas, kalau orang lokal bilanya seperti muntahan paus. Dulunya, ada pedagang yang menjual sebiji liontin dari batu ambar senilai Rp1 miliar," jelasnya.

Batu Ambar

Dalam perkembangannya, kini batu ambar cenderung sulit didapatkan karena mau tidak mau nelayan harus berburu ikan paus. Di Indonesia sendiri, kegiatan berburu paus untuk mendapatkan batu ambar sudah lama ditinggalkan.

Sekarang, para pedagang parfum atau minyak wangi cenderung berburu kayu cendana dan gaharu yang dulunya juga menjadi incaran di era kolonial.

"Batu ambar, kayu cendana, dan gaharu itu barang yang paling dicari sebelum mereka menemukan rempah-rempah. Kayu cendana juga memiliki aroma yang harum ketika dibakar. Namun kualitasnya masih jauh dari batu ambar," tukasnya.

(hel)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini