Wisman Bosan Destinasi yang Hiruk-Pikuk, Ganjar Pranowo Siapkan Wisata Kesunyian di Jateng

Dimas Andhika Fikri, Jurnalis · Selasa 19 November 2019 14:00 WIB
https: img.okezone.com content 2019 11 19 406 2131662 wisman-bosan-destinasi-yang-hiruk-pikuk-ganjar-pranowo-siapkan-wisata-kesunyian-di-jateng-ZzmYPNkmbY.jpg Ganjar Pranowo siapkan wisata kesunyian di Jateng (Foto : Dimas/Okezone)

Menggaet minat wisatawan mancanegara (wisman) untuk berwisata ke Indonesia memang tidak semudah membalikkan telapak tangan. Dibutuhkan strategi khusus, termasuk memaksimalkan potensi yang sudah ada, lalu disesuaikan dengan tren wisata yang sedang berkembang. Gubernur Provinsi Jawa Tengah Ganjar Pranowo rupanya berhasil menemukan formula baru guna meningkatkan jumlah kunjungan wisman ke Jawa Tengah.

Hal tersebut baru Ganjar Pranowo sadari saat berbincang dengan salah satu turis asing ketika sedang melakukan studi banding dengan Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur.

Menurut pemaparan Ganjar, belakangan wisman cenderung menyukai destinasi-destinasi wisata yang jauh dari hiruk pikuk keramaian. Ia menyebut tren wisata ini dengan istilah wisata kesunyian.

Ganjar Pranowo

"Saya ngobrol dengan turis-turis, saya tanya, 'Kalian suka liburan di hotel berbintang, atau di rumah tradisional? Mereka bilang di rumah tradisional. Lalu suka fasilitas yang canggih seperti wifi, atau tidak ada multimedia sama sekali. Mereka bahkan minta tidak ada yang listrik'," ungkap Ganjar saat ditemui dalam acara diskusi bersama Forum Wartawan Pariwisata (Forwapar), di Solo, Jawa Tengah.

Ganjar Pranowo menambahkan, turis-turis itu ternyata sudah mulai bosan dengan aktivitas wisata yang hingar bingar seperti di Pulau Dewata Bali. Mereka mengaku ingin mencari suasana baru yang jauh lebih menenangkan dibanding Ubud, Denpasar, hingga Kuta yang ada di Bali.

Ada banyak tempat yang dinilai Ganjar memiliki potensi untuk menjual kesunyian. Salah satunya terletak di dekat kawasan objek wisata Bukit Cinta. Di tempat ini terdapat sebuah perkampungan kecil dengan segudang pemandangan alam yang spektakuler.

Lokasinya memang cukup sulit dijangkau oleh kendaraan roda empat maupun sepeda motor. Bahkan, satu-satunya cara menuju tempat ini adalah menggunakan sepeda atau berjalan kaki.

"Mereka bilang di sana pemandangannya wow, ada lereng, ngarai, hutan, dan ada kampung kecil, bagus, bersih dan isinya bule semua," ungkap Ganjar.

Ganjar Pranowo

Gubernur Provinsi Jawa Tengah dua periode itu pun menegaskan bahwa menjual kesunyian merupakan bagian diferensiasi wisata, sehingga tidak bisa dipandang sebelah mata. Konsep wisata seperti ini memiliki daya tarik tersendiri bagi sebagian wisatawan.

"Sensasinya memang berbeda. Saya pernah datang ke suatu desa, ada penjual makanan. Dia masak pakai kayu, yang pawonnya penuh asap. Masakannya juga tidak pakai micin. Terus kemudian bahan makanannya mereka ambil dari kebun di sekitar. Pedesnya minta ampun, terus di makan pakai nasi jagung, kemudian saat lagi makan kabutnya lewat cess. Nah, itulah yang namanya potensi wisata kesunyian," beber Ganjar.

Pemprov Jawa Tengah sendiri telah mengalokasikam anggaran senilai Rp1 miliar untuk pengembangan setiap desa wisata di wilayah ini.

Keberadaan desa-desa wisata tersebut oleh Ganjar akan dijadikan objek penunjang destinasi wisata unggulan di Jawa Tengah semisal Borobudur, Sangiran, Dieng dan Karimunjawa.

Ganjar Pranowo

"Saya selalu sampaikan di instagram saya bahwa Jawa Tengah itu memiliki banyak desa wisata. Selalu sata promosikan agar wisatawan khususnya dari mancanegara bisa mendapatkan suasana yang baru," tukasnya

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini