Intip Mewahnya Hotel Bawah Laut Pertama di Australia, Rp7,6 juta per Malam!

Dimas Andhika Fikri, Jurnalis · Rabu 04 Desember 2019 11:02 WIB
https: img.okezone.com content 2019 12 04 406 2137732 intip-mewahnya-hotel-bawah-laut-pertama-di-australia-rp7-6-juta-per-malam-v1YpiWfzBc.jpg Reefsuites, hotel bawah laut pertama di Australia (Foto: Stuff)

Australia resmi meluncurkan hotel di bawah laut pertama yang memungkinkan para wisatawan, menikmati keindahan alam di kawasan Great Barrier Reef tanpa perlu repot-repot membasahi diri.

Adalah Reefsuites, hotel berkonsep mewah ini dibangun di daerah Hardy Reef yang sempat mengalami kerusakan hebat akibat bencana alam angin topan Debbie pada 2017 silam.

Menilik unggahan foto yang beredar di media sosial, seluruh kamar di Reefsuites didesain menyerupai akuarium raksasa, di mana bagian atap maupun lantainya berbahan kaca kuat dan transparan.

 Laki-laki dan perempuan

Dilansir Okezone dari Stuff.nz, Rabu (4/11/2019), hotel ini telah beroperasi sejak 1 Desember 2019. Para tamu hotel dapat menikmati keindahan terumbu karang dan beragam fauna liar setelah malam menjelang.

Namun, bagi mereka yang lebih senang tidur sembari memandangi bintang-bintang di langit, pihak hotel telah menyediakan kamar khusus berkonsep 'glamping' di atas permukaan laut.

Biaya pembangunan hotel di bawah laut ini rupanya memakan biaya yang sangat besar yakni, Rp96 miliar. Pihak perusahaan terpaksa menggelontorkan dana tersebut karena mereka telah berprinsip untuk tidak merusak lingkungan, dan menghancurkan terumbu karang di sekitar lokasi hotel.

"Ini adalah kesempatan luar biasa bagi siapapun yang ingin tenggelam dan menikmati keajaiban alam semesta di kawasan yang termasuk dalam Warisan Dunia ini, tanpa melakukan kerusakan apapun," tutur Luke Walker, salah satu staf Reefsuites kepada AAP.

 Laki-laki dan perempuan

"Dalam setiap keputusan atau tindakan yang kami lakukan, selalu menjunjung nilai-nilai sustainability (keberlanjutan). Dan terumbu karang di sini juga masuk dalam wilayah konservasi," tambahnya.

Pihaknya juga telah memperhitungkan beberapa masalah lingkungan yang rentan terjadi di kawasan wisata saat ini. Mulai dari lokasi pembuangan air limbah, penggunaan plastik, hingga aktivitas wisatawan yang tanpa disadari juga dapat merusak lingkungan.

Pontoon terapung yang terletak di Pantai Airlie ini, berdiri di atas wilayah seluas 1000 meter persegi dengan berat mencapai 260 ton. Setidaknya 4.000 terumbu karang telah dipindahkan dan ditanam ulang untuk membangun hotel di bawah laut ini.

 Deck

Walker mengatakan, pihaknya juga meminta bantuan para ahli biologi kelautan dan terumbu karang, untuk mengedukasi para staf dan tamu hotel, sehingga konsep wisata berkelanjutan bisa terus dilestarikan.

Nah, bagi wisatawan yang tertarik menjajal sensasi menginap di hotel bawah laut ini, mereka harus siap menggelontorkan dana sekira Rp7,6 juta permal. Biaya ini sudah termasuk ongkos pelayaran menuju hotel, dan akomodasi lainnya seperti makanan, minuman, serta beberapa aktivitas wisata menarik lainnya.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini