Kolaborasi Budaya, Tari 1001 Ratoh Jaroe Aceh Pukau Warga Solo

Bramantyo, Jurnalis · Senin 16 Desember 2019 09:07 WIB
https: img.okezone.com content 2019 12 16 406 2142296 kolaborasi-budaya-tari-1001-ratoh-jaroe-aceh-pukau-warga-solo-gWh59VcaO6.jpg Tari Ratoh Jaroe pukau warga Solo (Foto : Bramantyo/Okezone)

SOLO - Pemerintah Daerah Istimewa Aceh melalui Badan Penghubung Pemerintah Aceh (BPPA) gelar event Pentas Kebudayaan dan Kuliner Aceh di Solo, Jawa Tengah. Acara tersebut digelar di kawasan Car Free Day di Jalan Slamet Riyadi, Solo, Minggu 15 Desember 2019.

Selain menampilkan berbagai tari dari Aceh, Solo dan Papua, acara Pentas Kebudayaan dan Kuliner Aceh juga menyuguhkan berbagai makanan tradisional seperti Mie Aceh, Timun Serut, Martabak, dan kopi Aceh yang dibagikan secara gratis.

Pentas Kebudayaan dan Kuliner Aceh, akan menampilkan keberagaman kebudayaan seperti penampilan Tari Ratoh Jaroe (Aceh), Penampilan Tari Wira Pertiwi (Klaten), Tari Lengger Banyumas, Tari Mambri dari Papua, dan ditutup dengan Tari Ratoh Jaroe serentak dari tiga unsur budaya menarikan dengan gerakan Alhamdulillah, Jeumpa Mirah dan Hai Laot Sa.

Kepala BPPA, Almuniza Kamal sebut Pentas dan Kuliner Aceh sebagai 'acara pembukaan' kegiatan Tari 1001 Ratoh Jaroe yang akan berlangsung di bulan Februari 2020 mendatang.

Dirinya juga sudah bertemu dengan Walikota Solo, F.X. Hadi Rudyatmo beberapa hari sebelumnya terkait soft Launching Tari 1001 Ratoh Jaroe yang akan digelar di Solo. Acara akan dibuka dengan Pentas Kebudayaan dan Kuliner Aceh. "Beliau (Walikota Solo) menyambut baik acara terebut," jelas Almuniza, Minggu 15 Desember 2019.

Tari Ratoh Jaroe

Acara tersebut digelar sesuai dengan visi dan misi dari BPPA sesuai dengan Peraturan Gubernur Aceh Nomor 105 Tahun 2016 yang tercantum pad poin (e), yakni menjalankan promosi potensi, sumber daya alam dan seni budaya Aceh.

Ditambahkan Almuniza, Indonesia sangat luas dan memiliki keanekaragaman budaya yang bisa mempersatukan Indonesia. Keberagaman untuk Indonesia satu harus sama-sama dijaga.

"Dengan apa? Ya dengan kebudayaan seperti ini. Karena sejak dulu, kebudayaan selalu berhasil menyatukan berbagai elemen masyarakat dari Sabang sampai Merauke," tandasnya.

Ditegaskan juga, kebudayaan perlu diajarkan sejak dini kepada anak-anak mulai dari tingkat sekolah dasar hingga perguruan tinggi. Dengan kebudayaan, anak-anak itu nantinya mampu menjadi sumber daya manusia yang unggul sebab nilai-nilai keluhuran telah ditanamkan sejak dini dalam diri anak.

Tari Ratoh Jaroe

"Kita juga dapat melihat, bahwa anak-anak yang bersentuhan dengan kebudayaan mampu berinteraksi dengan masyarakat. Jiwa sosial anak-anak ini juga lebih peka terhadap sekeliling karena jiwanya telah dibentuk sedemikian rupa," tandas Almuniza.

Sementara itu, kepala Kepala Dinas Kebudayaan Solo, Kinkin Sultanul Hakim mengatakan, tidak ada perbedaan antara Aceh dengan Solo dengan beragam kesenian yang dimiliki dua daerah ini.

"Kita mengapresiasi kegiatan kesenian ini, dan kita berharap Pemerintah Kota Solo nantinya dapat menggelar hajat yang sama di Provinsi Aceh, dan acara serupa juga dapat digelar di Solo serupa dua atau tiga tahun sekali," pungkasnya.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini