Mengenal Pulau Ular di Bima, Konon Jelmaan dari Orang Portugis

Tiara Putri, Jurnalis · Selasa 17 Desember 2019 16:33 WIB
https: img.okezone.com content 2019 12 17 406 2142968 mengenal-pulau-ular-di-bima-konon-jelmaan-dari-orang-portugis-cun3BQ3oWJ.jpg Pulau Ular. (Foto: Instagram/amrin_mubarak)

BEBERAPA hari terakhir masyarakat tengah dihebohkan dengan kehadiran sejumlah ular di berbagai wilayah. Berdasarkan informasi, hal ini terjadi lantaran sekarang merupakan bulan menetas ular. Oleh karenanya masyarakat diminta waspada.

Bukan tanpa alasan, masyarakat diminta waspada terhadap ular. Sebab ular, terutama ular kobra, memiliki bisa mematikan. Meskipun tetap ada yang jinak dan bersahabat dengan manusia, seperti ular di Pulau Ular, Bima, Nusa Tenggara Barat.

Menghimpun informasi Instagram dan berbagai sumber lainnya, Selasa (17/12/2019), Pulau Ular merupakan pulau kecil berbentuk seperti batuan karang namun memiliki daratan.

Luas pulau ini kurang lebih 500 meter persegi. Berada di tengah lautan membuat pulau ini terlihat indah hingga mencuri perhatian wisatawan.

masyarakat diminta waspada terhadap ular. Sebab ular, terutama ular kobra, memiliki bisa mematikan.

(Foto: instagram/ranselusang)

Tak sedikit wisatawan yang ingin mengunjungi pulau ini. Salah satu daya tariknya adalah ratusan ular yang ada di pulau tak berpenghuni tersebut. Ular di pulau ini tergolong ular laut sehingga jinak.

Ular di Pulau Ular berwarna kombinasi putih silver dan hitam mengkilap. Bentuk ekornya pipih khas ular laut. Selain itu, ukurannya tidak terlalu besar serta apabila dipegang kulitnya terasa kasar dan bersirip seperti ikan.

Meskipun jinak, wisatawan tidak diperkenankan untuk memegang ular secara asal. Untuk bertandang ke Pulau Ular, perlu ada warga lokal yang menemani. Konon, sebelum dipegang oleh orang asing, ular harus lebih dulu dipegang oleh warga lokal.

Wisatawan juga tidak diperkenankan untuk membawa ular keluar dari pulau. Jika nekat, maka bisa terjadi malapetaka. Selain itu, ular di sana juga masuk kategori beracun.

Menurut legenda, Pulau Ular merupakan jelmaan dari kapal Portugis yang terdampar di perairan Wera. Para penumpang dan awak kapal yang tidak selamat kemudian berubah menjadi ular-ular penghuni pulau. Kemudian dua pohon Kamboja di kedua sisi pulau dikatakan jelmaan dari tiang-tiang kapal.

Terlepas dari legenda, pesona Pulau Ular tak tertandingi. Dari atas pulau, wisatawan dapat menikmati keindahan laut Bima. Tampak pula pemandangan Gunung Api Sangiang yang puncaknya selalu diselimuti kabut.

Selain itu, di sekeliling pulau juga ditumbuhi ilalang yang terlihat eksotis. Belum lagi batuan karang yang bisa dijadikan spot berfoto. Maka tak heran apabila wisatawan selalu menyempatkan waktu untuk berfoto di pulau ini.

Penyeberangan menuju Pulau Ular kurang lebih 15 menit dari bibir pantai Desa Pai. Sedangkan apabila wisatawan datang dari Bima, perjalanan darat memakan waktu 45 menit. Baru setelah itu dilanjutkan dengan penyeberangan.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini