Tips Hindari Rasa Cemas Meninggalkan Rumah di Momen Liburan

Dinno Baskoro, Jurnalis · Rabu 01 Januari 2020 22:15 WIB
https: img.okezone.com content 2020 01 01 406 2148297 tips-hindari-rasa-cemas-meninggalkan-rumah-di-momen-liburan-NqVwo48Aud.jpg Ilustrasi. (Foto: Shutterstock)

RASA cemas saat meninggalkan rumah saat liburan Tahun Baru mungkin dialami oleh sebagian orang. Hal ini justru bisa mengacaukan momen liburan Anda yang seharusnya lebih menyenangkan.

Berdasarkan penelitian umum, kurangnya persiapan dan tindakan pencegahan terhadap situasi tertentu dapat menimbulkan rasa cemas. Misalnya saja cemas ketika meninggalkan rumah dalam waktu lama, seperti berlibur.

liburan milenial

Dikutip dari Psycom, gangguan kecemasan atau disebut juga anxiety adalah perasaan takut, khawatir, atau perasaan tidak menyenangkan terhadap sesuatu. Rasa cemas tersebut dapat membuat hidup Anda menjadi tidak normal.

Psikolog Klinis Christina Gregory, PhD, menuturkan, ada banyak gejala yang timbul saat Anda mengalami perasaan cemas. Pastinya risiko tersebut harus Anda hindari.

"Gejala yang timbul dari kecemasan mengganggu dapat berupa denyut jantung menjadi cepat, jantung berdebar-debar (palpitasi), mual, gemetar, sulit berkonsentrasi, berkeringat, mulut kering, sakit dada, sakit kepala, atau tidak bisa tidur, dan bernapas cepat," ucap Christina.

Rasa cemas tersebut, sambung Christina, dapat terjadi saat Anda pergi liburan meninggalkan rumah. Jika di luar kota Anda seharusnya bersenang-senang, karena rasa cemas mendadak muncul, bisa saja Anda tidak fokus liburan.

Pikiran pun dihantui rasa takut akan hal-hal yang tak diinginkan terjadi di rumah. Seperti pencurian akibat lupa mengunci pintu, kebakaran karena lupa mematikan listrik, alat elektronik, kompor, atau kran air, dan lain sebagainya.

Co-Founder & Chief Technical Officer CommandFusion SP Low menambahkan, seseorang membutuhkan proteksi yang kuat agar tidak mendadak cemas saat liburan. Banyak hal yang bisa dilakukan, terutama memanfaatkan teknologi.

Banyak solusi yang bisa diterapkan untuk meredam kecemasan, serta meminimalisir terjadinya pencurian, kebakaran, atau kejadian yang tak diinginkan lainnya. Biasanya menggunakan perangkat teknologi mutakhir.

"Perangkat lunak dan perangkat keras sekarang bisa dirancang simple, otomatis, andal, dan terjangkau. Biasanya dapat digunakan sebagai alat kontrol sistem keamanan bangunan," ujar SP Low.

Penggunanya dapat langsung mengontrol sistem yang terkoneksi secara menyeluruh melalui smartphone, termasuk pada saat liburan. Dengan begitu, liburan senang, hati pun tenang!

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini