Share

1 WNI Positif Virus Korona, Pemerintah Perketat Turis Singapura

Muhammad Sukardi, Jurnalis · Rabu 05 Februari 2020 19:33 WIB
https: img.okezone.com content 2020 02 05 406 2163922 1-wni-positif-virus-korona-pemerintah-perketat-turis-singapura-aEeloYjsvF.jpg Mencegah Virus Korona. (Foto: Okeozne)

SALAH satu warga negara Indonesia (WNI) di Singapura benar-benar terinfeksi virus korona Wuhan (corona virus/2019-nCoV). Kini ia tengah ditangani tim medis di Singapore General Hospital (SGH).

Belum ada data lengkap siapa sosok WNI tersebut. Namun, dari keterangan yang sudah keluar, ia merupakan perempuan berusia 44 tahun yang bekerja sebagai pembantu rumah tangga.

Adanya kasus ini menjadi peringatan tegas bagi pemerintah Indonesia. Karena itu, pemerintah akan mulai memperketat pengawasan di pintu masuk yang langsung dari Singapura.

Pernyataan ini disampaikan Dirjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kementerian Kesehatan dr. Anung Sugihantono langsung dari kamp observasi Natuna, Riau.

Penyakit Kementerian Kesehatan dr. Anung Sugihantono langsung dari kamp observasi Natuna, Riau.

"Terkait adanya kasus ini, pemerintah akan menginventalisir data-data baru dan akan memperketat Singapura per hari ini," terang Anung, melalui sambungan Skype di Kantor Kemenkes, Jakarta, Rabu (5/2/2020).

Ia pun mengeluarkan data bahwa per harinya itu penerbangan dari Singapura sebanyak 17.000 penerbangan. "Jumlah lalu lalang Singapura ke Indonesia. Ini termasuk wisatawan pun traveler yang bekerja," katanya.

Sementara itu, pemberian health alert card (HAC) sebagai prioritas keamanan yang akan tetap diberikan bagi mereka yang mendarat di Indonesia. "Penularan yang terjadi di Singapura itu berbeda, karena itu kita harus perketat pintu masuk dari dan ke Singapura," tambah Anung.

Sekadar informasi, Singapura melaporkan enam kasus terbaru terkait virus korona jenis baru atau 2019-NCoV, yang disebabkan interaksi dengan warga lokal. Salah satu yang terinfeksi adalah wanita Indonesia yang bekerja sebagai pembantu rumah tangga.

Perempuan yang belum disebut namanya, itu melaporkan gejala akibat virus korona pada Minggu 2 Februari 2020, dan tidak meninggalkan tempat tinggal sejak saat itu. Dia diterima di Rumah Sakit Singapura (SGH) pada Senin 3 Februari 2020.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini