Terkait COVID-19, Pemberian Insentif Wisata Resmi Ditunda

Dimas Andhika Fikri, Jurnalis · Rabu 04 Maret 2020 16:45 WIB
https: img.okezone.com content 2020 03 04 406 2178106 terkait-covid-19-pemberian-insentif-wisata-resmi-ditunda-SvcvaM57wI.jpg Menparekraf Wishnutama (Foto : @wishnutama/Instagram)

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Wishnutama mengumumkan bahwa rencana pemberian insentif dan promosi wisata resmi ditunda. Hal ini menyusul merebaknya wabah virus corona atau COVID-19 di sejumlah negara, termasuk Indonesia.

Wishnutama mengatakan pemberian insentif akan dilakukan sampai situasi mereda dan suasana kembali kondusif. Pernyataan tersebut dia sampaikan melalui ungahan terbaru di akun Instagram pribadinya, @wishnutama.

"Promosi ke beberapa negara khususnya yang terdampak wabah COVID-19 seperti China, Korea Selatan, Jepang, Italia, Iran, dan negara lainnya sampai situasi mereda dan suasana kembali kondusif," tulis Menparekraf Wishnutama seperti dikutip Okezone, Rabu (4/3/2020).

Menparekraf Wishnutama menambahkan, penundaan pemberian insentif wisata ini dimaksudkan untuk melindungi dan menjaga kesehatan seluruh masyarakat Indonesia.

Selain itu, keputusan tersebut diambil demi menjaga kondusivitas ekosistem pariwisata Indonesia secara menyeluruh. Dia mengatakan, hingga saat ini pemerintah terus melakukan upaya maksimal untuk mencegah agar jangan sampai titik awal penularan meluas menjadi sebuah wabah di dalam negeri.

Menparekraf Wishnutama

(Foto : @wishnutama/Instagram)

Sebelumnya, Presiden Jokowi juga telah mengingatkan agar masyarakat tetap waspada, tetap tenang, beraktivitas seperti biasa. "Virus korona ini gejalanya mirip flu, dan faktanya, sebagian besar pasien baik di RRT, Jepang, Iran, sampai Italia dapat sembuh dan pulih kembali," tegas Tama.

"Jadi kita tidak perlu terlalu ketakutan masalah ini, tetapi tetap harus hati-hati dan waspada dalam setiap beraktivitas," timpalnya.

Seperti diketahui, guna mendorong pergerakkan wisatawan domestik dan mancanegara, pemerintah melalui Kemenparekraf awalnya berencana mengucurkan dana sebesar Rp 72 miliar untuk influencer.

Dana yang diambil dari APBN ini, nantinya akan diberikan kepada sejumlah influencer dari berbagai negara untuk mempromosikan pariwisata Indonesia yang menurun akibat wabah virus corona.

Selain influencer, pemerintah juga menyiapkan anggaran sebesar Rp98,5 miliar untuk maskapai penerbangan dan biro perjalanan. Lalu ada Rp103 miliar untuk anggaran promosi dan kegiatan pariwisata sebesar Rp 25 miliar.

(hel)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini