Virus Korona COVID-19 Melanda, Insentif Wisata Resmi Ditunda

Dimas Andhika Fikri, Jurnalis · Jum'at 06 Maret 2020 17:31 WIB
https: img.okezone.com content 2020 03 06 406 2179298 virus-korona-covid-19-melanda-insentif-wisata-resmi-ditunda-mjBozYWMqN.jpg Ilustrasi. (Shutterstock)

PEMERINTAH secara resmi menunda pemberian insentif wisata, menyusul merebaknya wabah virus korona/Coronavirus Disease (COVID-19) di sejumlah negara, termasuk Indonesia. Tak langsung menyerah, pemerintah pun menyiapkan strategi lain untuk menggaet wisatawan. 

Seperti diketahui, guna mendorong pergerakkan wisatawan domestik dan mancanegara, pemerintah melalui Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf), awalnya berencana mengucurkan dana sebesar Rp72 miliar untuk influencer. Dana yang diambil dari APBN ini, nantinya akan diberikan kepada sejumlah influencer dari berbagai negara, untuk mempromosikan pariwisata Indonesia, yang menurun akibat wabah virus korona/COVID-19.

wisata

Selain influencer, pemerintah juga menyiapkan anggaran sebesar Rp98,5 miliar untuk maskapai penerbangan dan biro perjalanan. Lalu ada Rp103 miliar untuk anggaran promosi dan kegiatan pariwisata sebesar Rp25 miliar.

Namun melihat perkembangan kasus virus korona/COVID-19 yang semakin meluas, pemberian insentif tersebut terpaksa ditunda. Kendati demikian, Deputi Bidang Produk Wisata dan Penyelenggara Kegiatan (Events) Kemenparekraf, Rizky Handayani, menegaskan bahwa pemerintah tidak akan tinggal diam. Pemerintah kini tengah menyiapkan strategi lain, sebagai alternatif untuk menggaet wisatawan.

kiki

"Yang 'sakit' bukan Indonesia saja, tapi di seluruh dunia, masa kita mau 'sok-sokan' sehat sendiri," ujarnya saat ditemui di Rakernas ASPERAPI, di Jakarta Convention Center, Senayan, Jakarta, Jumat (6/3/2020).

Rizky tidak menampik bahwa pemberian insentif Rp72 miliar kepada influencer itu, memang hendak digunakan untuk kegiatan promosi di kancah internasional. Namun dengan kondisi seperti ini, rencana tersebut harus ditunda demi memastikan kenyamanan dan kesehatan masing-masing pihak.

"Di momen inilah, kita harus bisa mendorong industri di dalam negeri supaya tidak terlalu lama terdampak," pungkasnya.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini