Palestina Tutup Akses Wisatawan Sejak Penyebaran Korona COVID-19

Jum'at 06 Maret 2020 20:48 WIB
https: img.okezone.com content 2020 03 06 406 2179451 palestina-tutup-akses-wisatawan-sejak-penyebaran-korona-covid-19-f9wG8dvAJr.jpg Wisatawan di Palestina. (Foto: AFP)

SETIAP negara punya caranya masing-masing untuk mencegah penyebaran virus korona/Coronavirus Disease 2019 (COVID-19). Termasuk Palestina, setelah ada penyebaran COVID-19 di sana, wisatawan dilarang berkunjung ke kota dan situs sejarah di Tepi Barat.

Misalnya saja Gereja Kelahiran Yesus, yang dibangun di lokasi Betlehem yang dihormati sebagai tempat kelahiran Yesus, ditutup pada Kamis sore dan termasuk di antara situs-situs yang diperkirakan ditutup hingga 20 Maret.

wisayawan

"Kami memutuskan mencegah masuknya wisatawan untuk jangka waktu 14 hari dan mencegah hotel di semua kota menerima orang asing," kata Menteri Pariwisata Rula Maayah, kepada AFP, dilansir Okezone dari INews.id, Jumat (6/3/2020).

Langkah-langkah itu, mengikuti dugaan kasus pertama virus korona/COVID-19 di Tepi Barat, yang menyebar dengan cepat di seluruh dunia setelah muncul di China.

Kepala direktorat kesehatan setempat, Imad Shahadeh, mengatakan kepada AFP bahwa sekelompok wisatawan Yunani mengunjungi hotel pada akhir Februari, dan dua di antaranya kemudian didiagnosis positif virus korona.

Empat kasus yang dicurigai diidentifikasi di antara pekerja hotel. Kementerian kesehatan masih menguji dan akan merilis hasil tesnya.

Asbed Balian, pendeta senior gereja Armenia di Church of the Nativity, mengatakan pengunjung yang terinfeksi memasuki situs tersebut.

"Orang-orang yang terkena dampak korona mengunjungi gereja. Gereja akan ditutup selama 14 hari dan mereka akan menyemprotkan antiseptik," tambahnya.

Sekolah, universitas, dan masjid di Bethlehem ditutup Kamis, kata seorang koresponden AFP. Selain melarang wisatawan berkunjung, ada juga acara pembatalan acara olahraga dan pertemuan besar lainnya.

Sementara itu, di Israel, sejauh ini memiliki 15 kasus virus korona/COVID-19 yang dikonfirmasi, melarang kedatangan dari Italia dan memberlakukan langkah-langkah tegas pada negara-negara Eropa lainnya dalam upaya untuk mengatasi wabah.

Israel dan Amerika Serikat juga membatalkan sisa latihan militer bersama di Jerman pada Kamis. Tentara Israel juga mengumumkan bahwa mulai Jumat siang semua pasukan akan dicegah meninggalkan Israel, baik dalam perjalanan pribadi atau bertugas.

Lebih dari 95.000 orang terinfeksi virus korona dan lebih dari 3.200 orang meninggal di seluruh dunia. Kini kasus COVID-19 sudah mencapai sekira 80 negara dan wilayah.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini