Cegah Korona COVID-19, Ketika Sakit Hindari Naik Transportasi Umum

Dimas Andhika Fikri, Jurnalis · Senin 09 Maret 2020 13:00 WIB
https: img.okezone.com content 2020 03 09 406 2180373 cegah-korona-covid-19-ketika-sakit-hindari-naik-transportasi-umum-xsrYO84OKP.jpg Ilustrasi. (Shutterstock)

TRANSPORTASI umum jadi salah satu tempat penyebaran virus yang berbahaya. Termasuk virus korona/Coronavirus Disease 2019 (COVID-19), yang harus diwaspadai.

Pemerintah secara resmi meluncurkan 5 protokol baru untuk menanggulangi kasus COVID-19 di Indonesia. Salah satunya terkait protokol kesehatan yang wajib dilaksanakan secara bersama oleh masyarakat, termasuk mencegah COVID-19 di transportasi umum.

covid

Dari aspek protokol kesehatan, pemerintah melalui Kementerian Kesehatan mematok suhu 38 Celcius, sebagai titik demam. Hal ini merujuk pada mereka yang demam ke RS terdekat.

Dalam protokol tersebut, masyarakat diimbau untuk menggunakan masker bila dalam kondisi sakit. Untuk kondisi darurat, seperti mengalami bersin atau batuk di area umum, masyarakat diminta untuk menutup mulut dengan siku bagian dalam atau lengan baju bagian atas.

Dilansir Okezone dari siaran pers Kementerian Kesehatan, Senin (9/3/2020), masyarakat yang sakit juga diimbau untuk tidak menggunakan transportasi umum, demi meminimalisir kemungkinan risiko penyebaran penyakit.

Apabila ditemukan ada yang memenuhi kriteria suspect COVID-19 (demam tinggi, flu, batuk), mereka akan dirujuk ke salah satu rumah sakit rujukan COVID-19 dan dirawat dalam ruang isolasi. Jika tidak memenuhi kriteria, penanganan akan menyesuaikan dengan rujukan dari dokter yang memeriksa.

Untuk tatalaksana pencegahan COVID-19, di Jakarta misalnya, di halte bus, stasiun KRL commuter line, juga stasiun MRT, stasiun LRT sudah melakukan pencegahan. Seperti mendeteksi suhu tubuh calon penumpang, membagikan masker, serta menyediakan hand sanitizer.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini