Antisipasi Korona COVID-19, Nepal Tutup Pendakian Gunung Everest

Pradita Ananda, Jurnalis · Jum'at 13 Maret 2020 10:29 WIB
https: img.okezone.com content 2020 03 13 406 2182630 antisipasi-korona-covid-19-nepal-tutup-pendakian-gunung-everest-KOxRs17hkM.jpg Ilustrasi. (Nimsday Project Possible)

GUNUNG Everest merupakan salah satu gunung paling terkenal di dunia. Bahkan Gunung Everest selalu menjadi daftar gunung impian para pendaki.

Namun terkait pandemi virus korona/Coronavirus Disease 2019 (COVID-19), ada kabar tidak mengenakan bagi pendaki gunung, sehubungan dengan Gunung Everest. Dikutip Okezone dari Foxnews, Jumat (13/3/2020) pihak pejabat berwenang Nepal, telah menutup akses menuju Gunung Everest.

everest

Langkah ini harus diambil, sehubungan dengan kondisi pandemi virus korona/COVID-19, yang sudah menyebar ke lebih dari 100 negara.

Diungkapkan oleh seorang pejabat pemerintah yang tidak disebutkan namanya, The Kathmandu Post melaporkan keputusan dari para pejabat pemerintah Nepal. Mereka sengaja menutup akses menuju Gunung Everest, menyusul keputusan yang telah dilakukan pemerintah China di awal pekan ini. Mengingat gunung bersalju ini di sisi utaranya masuk ke dalam wilayah Tibet, yang dikelola oleh China.

Tidak hanya menutup akses pendakian Gunung Everest, pejabat pemerintah Nepal juga disebutkan telah semua ekspedisi pendakian musim semi ini. Karenanya, musim pendakian dari Maret hingga Mei adalah musim pendakian yang ramai. Sebab kondisi cuaca di antara Maret sampai Mei adalah cuaca terbaik, untuk mendaki Gunung Everest.

Keputusan penutupan akses pendakian Gunung Everest ini, nampaknya jadi kabar mengecewakan bagi para pendaki, juga perusahaan penyedia jasa ekspedisi. Sebab untuk bisa mendaki Gunung Everest, biasanya persiapan untuk pendakian sudah dilakukan jauh-jauh hari.

“Ini kabar yang mengecewakan bagi para pemimpin ekspedisi dan klien kami yang telah berlatih selama berbulan-bulan untuk pendakian tahun ini. Di sini, kami terus menekankan keselamatan dan kesejahteraan di atas segalanya, jadi kami memahami konsekuensi mengerikan yang akan ditimbulkan oleh wabah COVID-19,” ujar Lukas Furtenbach, pendaki dan CEO perusahaan ekspedisi Furtenbach Adventures.

Sementara itu, Fox News sendiri menyebutkan telah mencoba menghubungi Departemen Imigrasi Nepal untuk komentar lebih lanjut. Kekhawatiran akan virus korona/COVID-19, menyebabkan para pejabat di Nepal, untuk menerapkan pembatasan imigrasi terhadap pengunjung dari sejumlah negara.

Pada 2019 lalu, Nepal tercatat mengeluarkan sebanyak 381 izin untuk mendaki Gunung Everest. Meningkat, dari angka sebelumnya 347 pada 2018 silam. Dalam beberapa tahun terakhir, kepadatan di Gunung Everest telah menjadi isu utama. Karena semakin banyak pendaki yang mencoba mendaki gunung tersebut.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini