Usai Lockdown, 20 Ribu Wisatawan Serbu Objek Wisata Huangshan

Pradita Ananda, Jurnalis · Kamis 09 April 2020 12:00 WIB
https: img.okezone.com content 2020 04 09 406 2196569 usai-lockdown-20-ribu-wisatawan-serbu-objek-wisata-huangshan-AAjHOFZBRt.jpg Para Wisatawan Memadati Objek Wisata Huangshan di China

Setelah melakoni lockdown hampir tiga bulan untuk menanggulangi pandemi COVID-19, penduduk China kini bisa bernafas lega. Pemberlakuan lockdown di Wuhan, episentrum COVID-19 sudah dicabut. Kondisi China pun berangsur normal. Bahkan objek wisata yang tutup sudah mulai dibuka pekan lalu.

Di antaranya area pegunungan Huangshan yang merupakan salah satu dari 29 objek wisata di Provinsi Anhui. Kawasan situs wisata ini bahkan menawarkan pengunjung bisa masuk secara gratis, tanpa dipungut biaya apapun pada Minggu 5 April 2020 lalu, yang bertepatan dengan momentum perayaan Qingming (Ching Ming) selama tiga hari di China.

Alhasil, dampak kerinduan beraktivitas normal seperti sedia kala usai lockdown, momen pas hari libur, ditambah dengan promo gratis, langsung membuat pengunjung tempat wisata ini membludak.

Para pengunjung, seperti dilaporkan Foxnews, Kami (9/4/2020) langsung memadati area pegungan Huangshan begitu tempat wisata ini dibuka. Alhasil karena lebih dari 20.000 pengunjung telah memadati area tersebut dalam waktu singkat, pegunungan Huangshan disebutkan bahkan sampai harus melakukan penutupan area kembali karena telah mencapai kapasitas maksimal.

Terlalu dipadati pengunjung yang membludak, seperti hasil laporan South China Morning Post, alhasil para petugas taman nasional setempat mau tak mau harus mengarahkan kerumunan pengunjung ke situs wisata lain.

Dalam foto-foto dan video di pegunungan Huangshan selama akhir pekan, yang banyak beredar di linimasa Twitter, menunjukkan dengan jelas betapa membludaknya wisatawan yang berkerumun di antrean pintu masuk dan memenuhi jalan setapak bermil-mil di sepanjang pegunungan.

Para pengunjung yang datang, disebutkan harus menggunakan masker dan lulus pemeriksaan suhu tubuh sebelum masuk ke dalam area pegunungan. Tidak hanya itu, semua wisatawan juga harus bisa memperlihatkan bukti bahwa mereka dalam kondisi sehat usai lockdown, punya bukti kesehatan yang baik yang diperoleh melalui aplikasi.

Menurut laporan media setempat, China Daily, pihak komite pengelola sendiri, pada Senin 6 April 2020 lalu mengatakan mereka telah berusaha mengendalikan lalu lintas kepadatan pengunjung dengan mengharuskan semua pengunjung tetap berada dalam jarak yang aman saat melintasi jalan setapak.

Mereka mengklaim juga bahwa Huangshan bahkan telah merekrut lebih banyak sukarelawan untuk membantu melakukan filterisasi pada wisatawan. Keputusan untuk kembali membuka tempat wisata dan mengizinkan para wisatawan memenuhi tempat tersebut, tak pelak mendapat kritikan dari banyak pihak.

“Saya pikir sebetulnya China harus terus mendeteksi, melakukan pengawasan terkait pandemi COVID-19. Perlu menyesuaikan penerapan konsep jaga jarak yang diperlukan untuk menjaga COVID-19 ini bisa terkendali, “ ujar Benjamin Cowling, profesor epidemiologi dan biostatistik di Universitas Hong Kong.

Patut diketahui, Provinsi Anhui yang menjadi lokasi dari kawasan wisata pegunungan Huanghsan itu secara geografis, berbatasan dengan Hubei, provinsi tempat munculnya virus corona.

Terkait kasus positif COVID-19, Provinsi Anhui disebutkan mengklaim hanya memiliki sebanyak 990 kasus positif dengan jumlah kematian enam orang pasien. Dengan kasus terakhir yang dikonfirmasi diagnosanya, pada 27 Februari 2020 lalu.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini