Share

Berziarah ke Makam R.A Kartini di Desa Bulu Rembang

Dimas Andhika Fikri, Jurnalis · Selasa 21 April 2020 13:00 WIB
https: img.okezone.com content 2020 04 21 406 2202431 berziarah-ke-makam-r-a-kartini-di-desa-bulu-rembang-g3xXD8OjcW.jpg Komplek Makam RA Kartini (Foto : @fitriaintanp/Instagram)

Bila ada pertanyaan siapakah sosok pahlawan yang begitu diidolakan oleh para kaum perempuan Indonesia, mungkin akan tak terhitung berapa banyak orang yang akan menyebut nama Raden Ajeng Kartini.

Semasa hidupnya, Kartini memang tidak pernah kenal lelah memperjuangkan emansipasi perempuan Indonesia. Awal mula perjuangannya dimulai sejak dia masih berusia 12 tahun.

Kala itu, Kartini yang memasuki usia remaja dilarang untuk melanjutkan studinya setelah menempuh pendidikan di Europe Legere School (ELS). Larangan inilah yang membuatnya tergerak untuk memperjuangkan hak perempuan Indonesia, terutama di bidang pendidikan.

Berkat dedikasinya, setiap tanggal 21 April diperingati sebagai Hari Kartini. Tanggal tersebut diambil dari tanggal kelahirannya. Pada tanggal ini pula, makam Kartini ramai dikunjungi para peziarah.

Makam RA Kartini

Seperti diketahui, Kartini menghembuskan napas terakhir pada 17 September 1904 dalam usia 25 tahun. Dia dimakamkan di makam keluarganya di Desa Bulu sekitar 22 Km sebelah selatan Rembang.

Mengutip tulisan di merbabu.com, untuk mencapai makam Kartini, peziarah harus menempuh jarak sekitar 17,5 km dari Kota Rembang ke selatan jurusan Blora.

Makam RA Kartini

Di kompleks pemakaman ini juga terdapat makam suami Kartini, Bupati Rembang Djojo Adiningrat dan putra satu-satunya RM Soesalit.

Letak makam Kartini sendiri berada di tengah-tengah makam lainnya bersama istri pertama Djojo Adiningrat bernama Soekarmilah Djojo Adiningrat, serta anak istri dari keduanya yang bernama Srioerip Djojo Adiningrat. Terdapat pagar khusus yang membatasi ketiga makam tersebut.

Setiap bulan April, puluhan ribu pengunjung dilaporkan berziarah ke Makam R.A Kartini yang dihiasai dengan marmer asli dari Italia. Ada beberapa fasilitas yang tersedia di lokasi obyek ini, yakni area parkir yang luas, mushalla, dan bumi perkemahan.

Makam RA Kartini

Setelah berziarah biasanya para wisatawan menikmati makanan khas dan berbagai cenderamata yang telah dipamerkan di lokasi objek tersebut, sebagai kenangan tersendiri setelah pulang di daerah masing-masing.

Namun di tengah pandemi virus corona atau COVID-19 saat ini, belum diketahui secara pasti apakah makam Raden Ajeng Kartini tetap dibuka untuk umum, atau justru ditutup demi mencegah penularan virus corona.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini